Saturday, December 7, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Satpol PP Tutup Tempat Prostitusi Desa Klampokan

Satpol PP Tutup Tempat Prostitusi Desa Klampokan

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Setelah beberapa kali surat peringatan tidak digubris, akhirnya Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menutup tempat prostitusi di Dusun Lintang Desa Klampokan Kecamatan Besuk, Rabu (28/8/2019).

Penutupan tempat prostitusi tersebut ditandai dengan pemasangan banner larangan praktek prostutusi di wilayah Desa Klampokan Kecamatan Besuk. Hal ini dikarenakan telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Probolinggo Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Pemberantasan Pelacuran.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kasi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Probolinggo Mashudi dan Koordinator TRC Nurul Arifin ini melibatkan Camat Besuk Puja Kurniawan dan jajaran Forkopimka Besuk, Kasi Trantib Kecamatan Besuk Slamet beserta anggota, Kepala Desa Klampokan Dony Sandi beserta perangkat Desa serta rekan-rekan media cetak, online dan elektronik.

Warung kopi atau tempat tersebut adalah milik Trs (alm) yang disewakan oleh Syn alias It menjadi tempat praktek prostitusi yang hari Minggu tanggal 25 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB di razia oleh Unit TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Hanya saja peringatan yang diberikan tidak diindahkan oleh pemilik warung.

Dalam penutupan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara penutupan oleh pemilik warung yang disaksikan oleh Forkopimka Besuk dan Pemerintah Desa Klampokan Kecamatan Besuk.

Camat Besuk Puja Kurniawan mengungkapkan penutupan tempat prostitusi ini dilakukan karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat. Beberapa peringatan yang dilakukan oleh pihak desa dan kecamatan tidak digubris dan tempat tersebut tetap beroperasi.

“Dari situlah kami berkoordinasi dengan TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo selaku penegak Perda Kabupaten Probolinggo untuk dilakukan razia. Ternyata saat itu, warung tersebut ada PSK dan langsung diamankan. Kemudian karena tetap bandel maka dilakukan penutupan tempat prostitusi tersebut untuk memberikan efek jera bagi yang lain,” katanya.

Sementara Kepala Desa Klampokan Dony Sandi mengatakan, kalau warung kopi dengan menyediakan PSK tersebut sudah beroperasi lama. Meskipun sebelumnya, warung tersebut sempat ditutup oleh pemiliknya. Namun kemudian disewa oleh warga di Kecamatan Tiris untuk dijadikan tempat prostitusi.

“Saat ini warung tersebut yang buka orang lain. Sempat tutup namun buka kembali setelah disewa orang lain. Penutupan ini dilakukan karena keberadaan warung tersebut sangat meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Probolinggo Mashudi menyampaikan bahwa sebenarnya warung kopi yang menjadi tempat prostitusi tersebut sudah beberapa kali diberikan peringatan. Hanya saja peringatan tersebut tidak pernah dihiraukan oleh pemilik warung.

“Akhirnya hari ini kami bersama dengan tim melakukan penutupan tempat prostitusi tersebut karena sudah melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Pemberantasan Pelacuran yang melanggar syariat Islam. Apabila nanti masih melanggar dan membuka lagi, maka akan diadakan pembongkaran,” katanya. (wan)

cww trust seal