Sunday, April 5, 2020
Depan > Pemerintahan > Satgas PP COVID-19 Catat 70 ODP dan 3 PDP

Satgas PP COVID-19 Catat 70 ODP dan 3 PDP

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Hingga Kamis (26/3/2020) malam, Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo mencatat perkembangan kasus Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 70 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang. Selain itu ada juga 1 PDP yang meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan untuk balita usia 3,5 tahun asal Desa Watuwungkuk Kecamatan Dringu yang masuk PDP sampai detik ini belum ada hasil yang kita terima. Sehingga masih dilacak dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Sementara untuk satu orang PDP asal Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan hasilnya negatif. Dengan demikian, PDP Kabupaten Probolinggo berjumlah 2 orang. Tetapi datanya akan kita masukkan besok,” katanya.

Setelah dinyatakan negative jelas Anang, berarti warga Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan sakitnya adalah sakit biasa. “Dia sakit sesak dan sepertinya paru-paru. Nantinya kita menunggu kabar dari RSUD Sidoarjo dan akan dirawat sesuai dengan penyakitnya. Kalau baikan sudah bisa pulang, berarti sudah klir,” jelasnya.

Anang memastikan bahwa korban meninggal dunia dari Blok Krobungan Lor Desa Krobungan Kecamatan Krucil bukan karena COVID-19. Tetapi yang bersangkutan meninggal dunia karena penyakit TBC yang sudah lama dideritanya.

“Kita memang tidak bisa menyalahkan masyarakat. Mungkin masyarakat bingung karena tim medis yang menangani itu memakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Memang idealnya siapapun harus memakai hal itu dalam situasi sekarang, tetapi sebenarnya kasusnya tidak. Itu adalah kasus penyakit TBC yang diderita sejak lama. Kalaupun dia perjalanan ke RSSA Malang dalam konteks sedang kontrol berobat,” terangnya.

Menurut Anang, Kasus ODR, ODP maupun PDP kemungkinan bisa menular. Seperti PDP bisa menular, ternyata hasilnya negatif ya sudah selesai. Tetapi kalau hasilnya ternyata positif ya bisa menular.

“Kalau saya katakan baik ODR, ODP maupun PDP bisa menular. Kita berfikir terburuk bisa menularkan. Kalau yang PDP hasilnya negatif berarti sudah selesai. Demikian pula kalau yang ODP kondisi fisiknya bagus dan keluhan-keluhannya hilang berarti hanya capek dan sakit flu biasa,” tegasnya.

Kasus ODR, ODP dan PDP ini memang diminta diisolasi secara mandiri di rumah karena kemungkinannya masih kemungkinan kecil, tetapi tidak bisa membiarkan saja sebab yang bersangkutan biasanya mempunyai catatan perjalanan. “Kita sarankan bagi masyarakat untuk isolasi mandiri di rumah. Ayo disiplin untuk tidak kemana-mana, apalagi di daerah-daerah yang ada kasusnya. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap stay di rumah,” tambahnya.

Anang menambahkan untuk penanganan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo, pihaknya sudah mendapatkan bantuan APD dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sudah disimpan di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Nantinya akan digunakan untuk semua fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Bahkan kita juga sudah menerima sumbangan-sumbangan tidak hanya APD, tetapi juga cairan sterilisasi. Ada juga sudah dijanjikan dari CSR perusahaan dan organisasi kemasyarakatan juga sudah menjanjikan siap untuk membantu,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal