Sunday, April 5, 2020
Depan > Pemerintahan > Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Rilis 258 ODR, 25 ODP dan 3 PDP

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Rilis 258 ODR, 25 ODP dan 3 PDP

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo merilis kondisi terkini perkembangan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo, Senin (23/3/2020) siang di Kantor Bupati Probolinggo.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menyampaikan saat ini di Kabupaten Probolinggo posisinya untuk Orang Dalam Resiko (ODR) sebanyak 258 orang. Jadi orang yang sehat tetapi mempunyai riwayat perjalanan dari luar kota.

“Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau dia ada riwayat kontak dan gejala sakit tercatat sebanyak 25 orang. Sementara yang sudah menandakan gejala-gejala sesak atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang. Cuma yang satu ini terburu meninggal. Jadi kami masih belum bisa memastikan ini ada kaitannya dengan virus Corona,” katanya.

Terkait dengan hasil pemeriksaan laboratorium 2 (dua) PDP ini Anang menjelaskan bahwa sampai detik ini masih belum ada progress karena semua masih berproses. Terus terang karena mereka ditangani di pusat rujukan Provinsi Jawa Timur memang tidak semudah itu dan tidak secepat untuk melakukan akses. “Yang pasti memang proses laboratoriumnya butuh waktu dan harus juga dikirimkan ke Jakarta,” jelasnya.

Menurut Anang, semua kasus-kasus 3 PDP dan bahkan ODP pun sudah diperintahkan untuk melakukan tracking. “Sesuai perintah Ibu Bupati dan data-data tracking sudah kami terima. Tinggal nanti menunggu hasil laboratorum yang ada. Pada saat hasil laboratorium klir maka kami akan merubah status dari orang-orang yang kita tracking minimal menjadi ODP dan seterusnya,” terangnya.

Terkait dengan informasi virus Corona bisa mati ketika terkena suhu panas, Anang menyampaikan sebenarnya secara normatif virus ini tidak visible pada suhu panas. Tetapi beberapa laporan hasil penelitian baik di China maupun WHO itu tidak dipatahkan pada kasus-kasus Corona ini.

“Tapi ketika terkena suhu panas memang berpengaruh tetapi tidak signifikan. Yang penting buat kami yang lebih utama memang mari kita jaga kegiatan yang tidak perlu, jaga jarak dan lakukan kebiasaan sehat di masing-masing masyarakat,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal