Monday, July 13, 2020
Depan > Pendidikan > Sambut Kembalinya Santri, PP Nurul Jadid Siapkan Sarpras Protokol Kesehatan

Sambut Kembalinya Santri, PP Nurul Jadid Siapkan Sarpras Protokol Kesehatan

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) belum sepenuhnya mereda di Kabupaten Probolinggo. Namun saat ini, pasca libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, secara bertahap para santri mulai kembali ke pesantren masing-masing untuk memulai kembali aktifitas pondok pesantren.

Untuk meminimalisir adanya resiko terkait proses masa transisi tersebut, seluruh yayasan pondok pesantren diharapkan agar dapatnya mematuhi dan menerapkan beberapa panduan yang tertera pada Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor : 451/0284/426.33/2020 Tanggal 5 Juni 2020.

Penerapan surat edaran yang berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dan di Lingkungan Pondok Pesantren dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di masa pandemi itu dilakukan oleh salah satu Pondok Pessantren (Ponpes) terbesar di Kabupaten Probolinggo Ponpes Nurul Jadid Paiton.

Hal-hal pendukung protokol kesehatan telah disiapkan oleh pesantren. Dimulai dari instalasi cuci tangan massal dan pengadaan masker sampai penataan lingkungan dan zona akses pun telah disiapkan. Tata cara kembalinya para santri juga diatur secara terjadwal dan bertahap agar proses pengkondisian protokol kesehatan dapat optimal.

Bahkan mulai hari ini, Rabu (10/6/2020) telah dilakukan rapid test massal bagi 600 orang yang terdiri dari, seluruh anggota keluarga besar pengasuh Ponpes Nurul Jadid, para pengurus dan para petugas khusus, yang hari ini juga telah mengawali kembali ke pesantren.

“Rapid test ini nantinya juga wajib dijalani oleh seluruh santri untuk menjamin kondisi kesehatannya. Setelah diketahui hasilnya mereka belum boleh langsung menuju kamar maupun kawasan utama pesantren, tetapi mereka akan tinggal selama 14 hari di lokasi karantina yang telah telah kami siapkan,” Terang KH Abd Hamid Wahid, Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton saat memantau pelaksanaan rapid test massal pada salah satu ruang kelas Universitas Nurul Jadid.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto yang saat itu juga mendampingi pelaksanaan teknis rapid test massal dan sekaligus memeriksa kesiapan point pendukung protokol kesehatan mengemukakan, berdasarkan pengamatannya Ponpes Nurul Jadid telah melengkapi sarana pendukung protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Kami berharap kita semua bersinergi untuk sama-sama berupaya menciptakan bagaimana agar masyarakat Kabupaten Probolinggo terlindungi dari resiko sakit dan penularan COVID-19. Baik itu dari para santri yang akan kembali maupun pada saat mereka berinteraksi dengan masyarakat umum,” tandasnya. (dra)

cww trust seal