Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > RPH Gading dan Besuk Ikuti Audit Sertifikasi Halal

RPH Gading dan Besuk Ikuti Audit Sertifikasi Halal

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Rumah Potong Hewan (RPH) Gading dan Besuk, Selasa (10/9/2019) mengikuti audit sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur. Audit sertifikasi halal oleh auditor Prof. drh. H. Mas’ud Hariadi, M.Phill.Ph.D dan Dr. HM. Khoirul Anwar, M.E.I ini dilakukan pukul 03.00 hingga 05.30 WIB.

Turut mendampingi Tim Audit MUI Provinsi Jawa Timur ini Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto serta petugas teknis RPH Gading dan Besuk.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat 2 berbunyi ternak ruminansia betina produktif dilarang disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik, kecuali untuk keperluan penelitian, pemuliaan atau pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan. Serta pasal 61 ayat 1 yang berbunyi pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di rumah potong dan mengikuti cara penyembelihan yang memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan.

Selain itu juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) dan Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) pasal 3 yang berbunyi kesehatan masyarakat veteriner meliputi penjaminan higiene dan sanitasi, penjaminan produk hewan serta pengendalian dan penanggulangan zoonosis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko melalui Kasi Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan sertifikasi halal dari MUI Provinsi Jawa Timur biasanya menitikberatkan pada penyebutan nama Allah SWT saat pemotongan serta teknik pemotongan/penyembelihan ternak sesuai dengan syariah Islam.

“Selain itu, SDM penyembelihan/pemotonan ternak juga dipertanyakan, pengulitan ternak setelah dipotong/disembelih serta hiegine sanitasi penyembelih dan RPH juga dilihat,” katanya.

Menurut Niko, audit sertifikasi halal RPH Gading dan Besuk kali ini sebenarnya merupakan perpanjangan sertifikat halal yang telah diperoleh dari MUI Provinsi Jawa Timur. Karena sertifikat halal hanya berlaku selama 2 (dua) tahun dan selanjutnya diperpanjang masa berlakunya. “RPH di Kabupaten Probolinggo ada 6 (enam) terdiri dari RPH Gading, Besuk, Maron, Banyuanyar, Leces dan Krejengan. Semua RPH tersebut sudah bersertifikat halal,” jelasnya.

Niko menerangkan bahwa Insya Allah hasil audit RPH Gading dan Besuk hasilnya memuaskan dan biasanya MUI Provinsi Jawa Timur akan mengeluarkan sertifikat halal menjelang akhir tahun bersamaan dengan unit usaha kab/kota se-Jawa Timur di Surabaya.

“Tim audit sertifikasi halal dari MUI Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan bahwa ke depan RPH perlu ada penambahan sarana prasarana sehingga meningkatkan pelayanan dan penjaminan pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengkonsumsi daging dari RPH,” terangnya.

Pada kesempatan kali ini, Niko juga menyampaikan ke tim audit sertifikasi halal bahwa kios daging di pasar tradisional diberikan stiker sebagai penanda bahwa kios itu memotong dan mengambil daging dari RPH.

“Kami mengharapkan dengan adanya sertifikasi halal RPH di Kabupaten Probolinggo menjamin beredarnya pangan asal hewan yang ASUH, khususnya (daging sapi) di pasar tradisional. Kami juga mengajak para pelaku usaha untuk memakai fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk memotong ternak ruminansia/sapi,” harapnya. (wan)