Wednesday, August 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Ratusan Pengurus PKK Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan

Ratusan Pengurus PKK Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 150 orang pengurus Tim Penggerak PKK di wilayah Kabupaten Probolinggo mengikuti sosialisasi dan edukasi otoritas jasa keuangan yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko ini dihadiri oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono, Kepala Sub Pengawas Pasar Modal OJK Malang Indrawan Nugroho Utomo dan Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Malang Fetri Andriani.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala OJK Malang atas diberikannya sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya otoritas jasa keuangan kepada pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

“OJK adalah suatu lembaga yang independen yang mempunyai fungsi tugas dan wewenang pengaturan pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan. OJK dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011,” ungkapnya.

Menurut Ny. Nunung, nantinya para pengurus Tim Penggerak PKK di wilayah Kabupaten Probolinggo ini akan mendapatkan pengetahuan dari OJK tentang otoritas jasa keuangan, produk dan layanan jasa keuangan, satgas waspada investasi bijak mengelola keuangan.

“Hal ini karena sangat penting bagi ibu-ibu Tim Penggerak PKK. Sebab ibu-ibu merupakan tonggak pengaturan ekonomi. Bilamana pengelolaan keuangan baik didalam rumah tangga maka akan berpengaruh penting dalam masyarakat. Tentunya juga akan berdampak kepada kepentingan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sementara Kepala Sub Pengawas Pasar Modal OJK Malang Indrawan Nugroho Utomo mengatakan berdasarkan survey yang dilakukan oleh OJK Malang tahun 2016, indeks inklusi berupa ketersediaan akses sektor jasa keuangan di Indonesia mencapai 67% dan literasi hanya 29%.

“Artinya, masyarakat Indonesia dari 100 orang yang kami survey, hanya 29 orang saja yang paham terkait dengan keuangan. Target kami adalah 75% untuk indeks inklusi dan 30% untuk literasi. Dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut kami melakukan sosialisasi dan edukasi ke beberapa instansi termasuk PKK Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Indrawan mengharapkan agar hasil dari kegiatan ini nantinya bisa ditularkan ke desa hingga RT/RW. “Karena memang tingkat pemahanan masyarakat kita terkait bunga dan denda masih sangat rendah. Oleh karena itu kami mohon bantuan ibu-ibu untuk memberikan pemahaman apa itu jasa keuangan dan perbankan. Termasuk juga pinjam meminjam secara online,” tegasnya.

Selanjutnya para pengurus Tim Penggerak PKK di wilayah Kabupaten Probolinggo tersebut mendapatkan materi tentang Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif dari Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Malang Fetri Andriani serta Regulasi dan Perkembangan Fintech dari Kepala Sub Pengawas Pasar Modal OJK Malang Indrawan Nugroho Utomo. (wan)