Friday, November 22, 2019
Depan > Pendidikan > Ratusan Pemerhati Perpustakaan Ikuti Seminar Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

Ratusan Pemerhati Perpustakaan Ikuti Seminar Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 248 orang pemerhati perpustakaan di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan safari gerakan nasional gemar membaca yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (19/7/2019) siang.

Para peserta safari gerakan nasional gemar membaca yang mengambil tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini terdiri dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, pemerhati perpustakaan dan budaya baca, guru/kepala sekolah, camat, pengelola perpustakaan perguruan tinggi, SD, SMP dan SMA, tokoh agama, pemuda, pengelola perpustakaan desa, mahasiswa, para guru dan siswa serta media massa.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko ini dihadiri oleh anggota Komisi X DPR RI Ayub Khan, Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Upriyadi, Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Jawa Timur Sudjono, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Endang Astuti dan Penggiat Literasi Kabupaten Probolinggo Indah Kumala Sari.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, pemerintah bersama dengan masyarakat berkewajiban untuk bersama-sama untuk menyadarkan bahwa teknologi itu sangat berbahaya apabila tidak bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Sebagaimana dengan visi dan misi dari Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan dalam kurun waktu 2019-2024. Bagaimana literasi kita diperbanyak dengan cara memperbanyak penyediaan bahan bacaan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Sidik, penyediaan bahan bacaan untuk perpustakaan ini menjadi kewajiban keluarga, institusi pendidikan dan tempat kerja. Perpustakaan itu harus ada dimana-mana supaya masyarakat mudah untuk mendapatkan bahan bacaan.

“Mari bersama-sama bagaimana generasi muda mempunyai semangat untuk mencintai perpustakaan. Oleh karena perpustakaan itu harus dibangun dengan baik dan didekatkan dengan masyarakat,” jelasnya.

Sidik menerangkan, perpustakaan di tempat kerja juga sangat diperlukan agar masyarakat yang bekerja bisa membaca buku apabila membutuhkan referensi. Apalagi di tempat kerja itu harus ada literasi bacaan. Karena kalau suasananya bagus, maka akan membuat orang didalamnya betah dan nyaman.

“Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dalam rangka menyiapkan generasi milenial di tengah gempuran teknologi. Kami akan terus menggelorakan semangat membaca literasi. Bagaimana budaya gemar membaca ini terus dilakukan demi menyiapkan generasi milenial gemar membaca,” pungkasnya.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Upriyadi mengungkapkan perkembangan perpustakaan saat ini mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat terhadap peningkatkan kegemaran membaca di masyarakat.

“Kita semua percaya perkembangan perpustakaan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas. Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga maupun berbagai komponen mengenai peran perpustakaan dalam pengembanan kegemaran membaca masyarakat Indonesia. Perpustakaan dimaknai sebagai sebuah strategi kebudayaan untuk mewujudkan literate society melalui suatu gerakan literasi yang bersifat kolektif dan inklusif secara sosial,” ungkapnya.

Menurut Upriyadi, perpustakaan memiliki peran untuk mendukung Kegiatan Prioritas (KP) penguatan literasi untuk kesejahteraan melalui kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk mendorong peran perpustakaan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.

“Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut Upriyadi menegaskan pustakawan sebagai agen perubahan diharapkan dapat menjadi sebagai pencipta, mediator pengetahuan, mengembangkan pengetahuan, penyedia informasi, pengolah pengetahuan, pelestari pengetahuan dan penyebar luasan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

“Pustakawan diharapkan hadir sebagai katalisator atau penghubung untuk mendesiminasi pengetahuan yang sudah tersedia di perpustakaan. Mari kita dukung pustakawan kita untuk terus berkarya nyata turut serta dalam mengingkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Upriyadi menambahkan beberapa pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota maupun masyarakat dan swasta saat ini telah melakukan kiat-kiat dan kegiatan strategis sebagai terobosan yang dilakukan untuk membangun masyarakat yang berbudaya baca yang difasilitasi dan dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah serta pihak swasta dan para penggiat literasi di daerah melalui penyediaan sarana perpustakaan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau, murah dan bermutu dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap agar berkembangnya perpustakaan, taman bacaan dan sejenisnya di seluruh tanah air khususnya di Kabupaten Probolinggo yang difasilitasi pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta dan masyarakat dapat menjadi perpustakaan yang dapat memberikan pelayanan berbasis inklusi social dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui literasi untuk kesejahteraan,” harapnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan seminar yang dipandu moderator Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo Hesthiyono Suko Adhi dengan narasumber anggota Komisi X DPR RI Ayub Khan, Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Upriyadi, Pustakawan Utama Dispersip Provinsi Jawa Timur Sudjono, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Endang Astuti dan Penggiat Literasi Kabupaten Probolinggo Indah Kumala Sari. (wan)

cww trust seal