Friday, October 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Ratusan Kompor Jaringan Gas Sudah Ready dan Terpasang

Ratusan Kompor Jaringan Gas Sudah Ready dan Terpasang

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jaringan gas (jargas) untuk 5 (lima) sektor di Kecamatan Sumberasih dan Tongas sudah terpasang dan tersambung hingga ke rumah-rumah. Namun yang sudah ready berada di sektor 4 dan 5 di Kecamatan Tongas meliputi Desa Tongas Wetan, Tongas Kulon, Dungun dan Curahtulis.

“Di sektor 4 dan 5 ini jumlahnya mencapai 1.200 pelanggan. Hingga Rabu (25/9/2019), sudah terpasang kompor subsidi dari program Jaringan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI sebanyak 600 kompor. Sisanya sebanyak 600 kompor masih dalam perjalanan dari Jakarta,” kata Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi.

Untuk sektor 1, 2 dan 3 di wilayah Kecamatan Sumberasih jelas Susilo, baru terpasang kompor jargas sebanyak 200 kompor dari total 2.800 pelanggan. “Dari total 4000 pelanggan jargas di Kabupaten Probolinggo, sudah terpasang sebanyak 800 kompor. Artinya, kompor jargas tersebut sudah tersambung dan ready untuk digunakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Susilo menerangkan pembangunan jargas pada Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional ini ditargetkan akan rampung pada akhir Nopember 2019. Tetapi jika dilihat dari progress pengerjaannya, diperkirakan akhir Oktober 2019 akan selesai.

“Untuk pembangunan pipa induk MRS (Metering Regulating Station) ditempatkan di RSUD Tongas dan proses pembangunannya sudah selesai. Begitu pula dengan pembangunan RS (Regulating Station) sebanyak 5 (lima) titik juga sudah selesai,” tegasnya.

Lebih lanjut Susilo mengharapkan agar program jargas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebaik mungkin. Program ini benar-benar dapat membantu masyarakat. “Dengan program jargas ini, maka bisa menghemat pengeluaran masyarakat. Karena jika dihitung tingkat efisiennya, masyarakat bisa hemat antara 30 hingga 40% dibandingkan dengan LPG 3 Kg bersubsidi,” terangnya.

Susilo menghimbau kepada masyarakat akan memanfaatkan program jargas dari Kementerian ESDM RI ini dengan seefektif dan seefisien mungkin. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, agar stop krannya dimatikan atau ditutup apabila ditinggal dalam waktu lama.

“Program jargas ini peruntukannya untuk rumah tangga keluarga pra sejahtera dan usaha mikro. Program pemanfaatan gas bumi ini bertujuan untuk efisiensi karena ini merupakan energi terbarukan yang cukup untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal