Friday, December 13, 2019
Depan > Kesehatan > Puskesmas Tongas Kedatangan Tim Juri Lomba Kovablik Jatim

Puskesmas Tongas Kedatangan Tim Juri Lomba Kovablik Jatim

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Setelah melakukan presentasi dan memastikan Inovasi Permata Bersusun (Pemeriksaan Mata Bersama Semua Dusun) masuk 45 besar pelayanan inovasi publik di Jawa Timur, Puskesmas Tongas mendapatkan penilaian kunjungan lapangan dari tim juri Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Senin (7/10/2019) siang.

Sekitar pukul 13.30 WIB, tim juri sebanyak 4 (empat) orang yang dipimpin oleh Ketut Arya Winangun dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur ini tiba di Puskesmas Tongas. Mereka langsung disambut oleh dance mata yang dibawakan oleh karyawati Puskesmas Tongas.

Kedatangan tim juri ini disambut oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Zainuddin, Sekretaris Kecamatan Tongas Rochmad Widiarto, Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani, Ketua FKPS dr. Mirrah Samiyah serta perwakilan dari Bagian Organisasi, Bappeda, Diskominfo, RSUD Tongas, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSU Wonolangan, LSM Paramitra, Komite Mata Daerah (Komatda), Bank Jatim Tongas, FKKS, KUA, Kader Mata serta salah seorang lansia.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemaparan video oleh Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani dan pemaparan data oleh dr Peni. Kemudian ada testimoni lansia dan stakeholder yang dilanjutkan dengan diskusi.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Zainuddin menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tim juri Lomba Kovablik Jawa Timur tahun 2019 di Puskesmas Tongas dengan harapan ke depan prestasi yang dicapai Puskesmas Tongas bisa semakin meningkat dari sebelumnya.

“Terima kasih dan selamat datang kepada tim juri Lomba Kovablik tahun 2019. Puskesmas Tongas merupakan salah satu puskesmas terbaik kami dalam membuat sejumlah inovasi pelayanan kepada masyarakat, salah satunya adalah Inovasi Pelayanan Permata Bersusun (Pemeriksaan Mata Bersama Semua Dusun). Mudah-mudahan hasil dari penilaian ini menjadikan prestasi Puskesmas Tongas semakin meningkat,” harapnya.

Sementara Ketut Arya Winangun dari Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa dalam Lomba Kovablik Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Puskesmas Tongas masuk dalam TOP 45 inovasi pelayanan publik. Hal ini diraih setelah melalui proses pendaftaran proposal dan presentasi. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat dan melakukan pendalaman secara nyata inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Tongas.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Lomba Kovablik ini dengan tujuan untuk merangsang dan memotivasi kabupaten/kota dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program inovasi. Nantinya diharapkan inovasi ini terus tumbuh dan berkembang dalam mendukung pelayanan masing-masing OPD di Jawa Timur,” katanya.

Menurut Ketut, dalam lomba Kovablik ini tim juri ditugaskan untuk melakukan kunjungan lapangan ke unit-unit inovasi untuk memotret kembali kesesuaian apa yang sudah dipaparkan dalam proposal dengan kondisi di lapangan. Disamping melihat di lapangan sebagai bentuk pertanggungjawaban inovator bahwa usia minimal inovasi 1 tahun dan tentu memiliki dampak dan hasil yang nyata untuk perbaikan.

“Sebenarnya yang sudah masuk TOP 45 ini merupakan inovasi terbaik. Tetapi lomba Kovablik ini merupakan even untuk pemanasan sebelum menuju lomba pelayanan publik tingkat nasional. Jadi bukan karena terbaik dan terjelek, tetapi kami akan memilih sebanyak 25 besar yang diberikan apresiasi sebagai unit pelayanan publik terbaik di Jawa Timur. Inovasi ini tetap terus berjalan walaupun ada dan tidaknya kompetisinya dalam rangka meningkatkan pelayanan di instansinya masing-masing,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani menyampaikan Inovasi Permata Bersusun ini merupakan salah satu program inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Tongas. Sebelum dilakukan penilaian, ada semacam kompetisi dalam internal dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dalam inovasi Permata Bersusun ini kami intens melakukan pemeriksaan mata bersama di semua dusun yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tongas. Disamping itu, banyak hal-hal yang dimasukkan dengan tujuan ingin menjadikan kesehatan mata sebagai gerakan yang lebih masif. Salah satunya dengan membentuk pojok-pojok mata di tempat-tempat umum,” ungkapnya.

Nia menerangkan, dengan adanya pojok-pojok mata di tempat umum maka masyarakat dapat melakukan pemeriksaan mata sendiri secara sederhana. Jika tidak dapat melihat dengan jelas dalam jarak 6 meter maka hendaknya segera menghubungi Puskesmas Tongas.

“Alhamdulillah, sudah banyak yang menggunakan pojok mata yang ada di fasilitas umum. Seperti warung, pusat perbelanjaan dan pertokoan, sehingga masyarakat sambil beli makanan dan belanja bisa sambil melakukan pemeriksaan mata sendiri. Semoga ke depan inovasi ini semakin meningkat,” harapnya.

Selanjutnya dilakukan kunjungan lapangan ke pojok-pojok mata yang ada di fasilitas umum di Rest Area Tongas. Dalam kesempatan tersebut, tim juri melihat dari dekat pemanfaatan pojok-pojok mata tersebut.

Dari hasil kunjungan lapangan ini tim juri mengambil kesimpulan bahwa inovasi Permata Bersusun ini bagus dan bisa meluas. Perlu disiapkan untuk ikut Sinovik awal tahun depan dengan persiapan video dengan menggandeng Diskominfo Kabupaten Probolinggo. Sedangkan dalam ajang Kovablik saat ini, dari TOP 45 finalis ini akan dipilih 25 yang penganugerahannya akan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur. (wan)

cww trust seal