Wednesday, August 21, 2019
Depan > Kesehatan > Puskesmas Tongas Gelar Refreshing Kader Posyandu

Puskesmas Tongas Gelar Refreshing Kader Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Puskesmas Tongas menggelar kegiatan refreshing kader posyandu, Kamis (2/5/2019). Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani ini diikuti oleh kader yang berasal dari 37 pos yang tersebar di 8 (delapan) desa di wilayah kerja Puskesmas Tongas.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Tongas Kurnia Ramadhani menitipkan 4 (empat) pesan utama kaitannya dengan tiga permasalahan yang perlu dicegah. Yakni, kematian ibu, kematian bayi dan stunting.

“Sementara empat pesan tersebut adalah kunjungan ke rumah ibu hamil dan nifas, kunjungan ke rumah bayi baru lahir, pencarian informasi calon pengantin atau pengantin baru yang belum suntik TT serta melakukan peningkatan kinerja kader dalam tata laksana MP-ASI di posyandu,” katanya.

Menurut Nia, kegiatan refreshing kader posyandu ini bertujuan untuk penyegaran pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kader. “Harapannya mampu mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya refreshing kader posyandu ini Nia mengharapkan kader lebih mampu lagi serta percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

“Selain itu, pengetahuan kader posyandu bisa diingatkan kembali. Sehingga masyarakat bisa lebih paham akan pentingnya kesehatan,” harapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan best practice dari Desa Sumendi mengenai peningkatan peran kader tentang empat pesan yang dijelaskan oleh Kepala Puskesmas Tongas, berikut bentuk kolom-kolom pencatatan dalam buku.

Bidan Desa Sumendi Nurul menjelaskan bahwa yang tidak kalah penting adalah komunikasi kader dengan bidan yang responsif dan intensif. Misalnya segera lapor bila ditemukan ibu hamil yang belum pernah periksa sama sekali, kondisi ibu hamil yang kurus dan lemah atau kondisi bayi baru lahir yang disuapi makanan.

Refreshing kader ini juga diisi dengan materi peningkatan ketrampilan kader yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Program Posyandu Anisa. Seorang kader harus memiliki ketrampilan dalam melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas dan keterampilan administrasi serta penyuluhan.

Sementara Bidan Koordinator Puskesmas Tongas Nur Rahayu menambahkan tentang pentingnya peran kader dalam ANCT (Ante Natal Care Terintegrasi) dan kelas ibu hamil di setiap desa serta melakukan penilaian DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang) kepada bayi balita yang datang ke posyandu dengan tujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan bayi balita tersebut.

Hal senada juga disampaikan Penanggung Jawab Program TB dan Kusta. Pihaknya menambahkan informasi mengenai skrining awal tanda TB dan kusta yang ada di masyarakat, tata cara pengambilan sampel dan pentingnya melakukan gerakan 1:20. Yaitu bila ditemukan penderita TB, 20 warga sekitarnya juga perlu diperiksa. (wan)