Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Warga Dilatih Tiga Kejuruan Berbasis Kompetensi

Puluhan Warga Dilatih Tiga Kejuruan Berbasis Kompetensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 48 orang warga perwakilan dari beberapa desa di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan ketrampilan.

Ketiga kejuruan tersebut meliputi pemasangan instalasi listrik sederhana selama 280 jam pelajaran, tune up sepeda motor konvensional selama 160 jam pelajaran dan Prosesing Hasil Pertanian (PHP) selama 160 jam pelajaran. Dimana masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total peserta mencapai 48 orang.

Pelatihan berbasis kompetensi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin didampingi Kepala UPT BLK Ali Imron serta beberapa instruktur, Senin (22/7/2019) pagi.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengharapkan melalui pelatihan berbasis kompetensi ini masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mampu menambah ketrampilan agar bisa bersaing di pasar kerja. Hal ini penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ketrampilan yang sudah didapatkannya.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat agar nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan penghasilan serta mengurangi tingkat pengangguran,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun.

“Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk menunjang visi misi Bupati Probolinggo yang tertuang dalam 9 (sembilan) Program Prioritas Nawa Hati pada Program Hati Melayani yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka,” ungkapnya.

Menurut Hudan, dalam era globalisasi persaingan tenaga kerja semakin kompetitif di seluruh sektor, untuk itu diperlukan percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pelatihan kerja merupakan sarana peningkatan kompetensi SDM yang cepat dan memiliki ruang lingkup peserta yang luas sehingga dapat menjadi solusi dalam peningkatan daya saing tenaga kerja sekaligus pengentasan pengangguran.

”Tingginya angka pengangguran selalu menjadi masalah pada pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Sehingga dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” jelasnya.

Hudan menambahkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi/pengganggur musiman. Dengan keterampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri. ”Serta sebagai upaya untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat dan bisa bersaing di pasar kerja,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan bisa menjadikan tenaga kerja terlatih dan kompeten. Untuk menjadi kompeten tidak hanya menguasai bidang tertentu atau materi pelatihan saja, tetapi juga kompetensi dalam etika/perilaku atau pola berfikir.

“Dalam pelatihan yang dilakukan oleh Disnaker ini nantinya akan diberikan materi tentang soft skill. Karena soft skill tidak kalah pentingnya dengan materi hard skill. Soft skill ini akan mempunyai pengaruh pada motivasi dan mentalitas peserta pelatihan. Hal itu sangat mempengaruhi peserta pelatihan dalam mencari pekerjaan atau diterima di tempat usaha,” ujarnya.

Herman menerangkan, hambatan mental ini masih banyak dialami oleh peserta pelatihan. Misalnya mereka kadang-kadang ingin bekerja berdekatan dengan lokasi rumahnya. Padahal di tempat jauh kadang-kadang ada permintaan untuk bekerja.

“Oleh karena itu, ke depan kami akan mengadakan program pemagangan di tempat-tempat usaha. Hal ini ternyata sangat berdampak positif bagi mereka setelah nantinya kembali. Karena dengan pemagangan ini mereka akan lebih siap untuk memasuki dunia karena, sebab sudah belajar suasana kerja, managemen, interaksi dan lain sebagainya,” pungkasnya. (wan)