Friday, November 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Warga Dilatih Tiga Kejuruan Berbasis Kompetensi

Puluhan Warga Dilatih Tiga Kejuruan Berbasis Kompetensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sedikitnya 48 orang warga perwakilan dari beberapa desa di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan ketrampilan.

Ketiga kejuruan tersebut meliputi kejuruan Prosesing Hasil Pertanian (PHP) dengan 160 Jam Pelajaran (JP) atau 20 hari, kejuruan computer operator asisstant/basic office dengan 240 JP atau 30 hari dan kejuruan menjahit pakaian sesuai style dengan 280 JP atau 35 hari. Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total peserta mencapai 48 orang. Khusus kejuruan menjahit pakaian sesuai style dilaksanakan MTU di Desa Sariwani Kecamatan Sukapura.

Pelatihan berbasis kompetensi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin didampingi Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat, Kepala UPT BLK Ali Imron serta beberapa instruktur, Selasa (15/10/2019) pagi.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing serta meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi/pengganggur musiman.

”Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri. Terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun. “Sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk mengurangi tingkat pengangguran,” katanya.

Menurut Hudan, hal pertama yang harus dilakukan didalam mengikuti pelatihan adalah semangat. Apabila tidak ada semangat, maka pelatihan apapun yang akan diberikan tidak akan berhasil.

“Masyarakat harus bisa memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh penghasilan, salah satunya dengan membuka usaha. Perputaran ekonomi berkembang cukup pesat, kita harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Hudan menerangkan, selama ini sektor pariwisata digalakkan agar perekonomian terus berputar. Sehingga kalau hanya berdiam diri saja di rumah, maka akan hanya mendapatkan mimpi. Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan dan daya saing. “SDM itu sangat penting. Selain ilmu pengetahuan, masyarakat juga harus mempunyai jiwa entrepreneur. Kita harus belajar bagaimana bisa menjadi orang sukses,” tegasnya.

Lebih lanjut Hudan menyampaikan agar masyarakat harus bisa menangkap perkembangan zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Manusia tidak ada hentinya untuk berlatih dan belajar. “Saya harapkan para peserta ini bisa terus meningkatkan kompetensinya dengan terus menempa ilmu agar bisa lebih baik lagi. Harapannya nanti memiliki usaha untuk menambah pendapatan keluarganya,” pungkasnya.

Sebelum mendapatkan materi pelatihan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan materi tentang soft skill dari Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat.

“Soft skill tidak kalah pentingnya dengan materi hard skill. Soft skill ini akan mempunyai pengaruh pada motivasi dan mentalitas peserta pelatihan. Hal itu sangat mempengaruhi peserta pelatihan dalam mencari pekerjaan atau diterima di tempat usaha,” katanya. (wan)

cww trust seal