Monday, August 10, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Santriwati Pondok Pesantren Nurul Jadid Ikuti Bimtek Usaha Konveksi

Puluhan Santriwati Pondok Pesantren Nurul Jadid Ikuti Bimtek Usaha Konveksi

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih menyerahkan bantuan 17 unit mesin dan peralatan usaha konveksi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo yang kemudian diserahkan kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Selasa (23/7/2019) pagi.

Dalam momen tersebut Gati secara simbolis menyerahkan materi bimtek kepada peserta dan dilanjutkan menabuh gong untuk menandai dimulainya kegiatan bimbingan teknis usaha konveksi yang diikuti sebanyak 30 orang santriwati Nurul Jadid itu.

Tidak hanya mesin dan peralatan, bahan baku berupa kain dan asesories yang diperlukan selama bimtek juga disiapkan. Agar pelaksanaan bimtek dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, Dirjen IKMA juga menghadirkan dua instruktur yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia usaha konveksi untuk membimbing peserta bimtek.

“Tujuan bimtek dan fasilitasi mesin peralatan ini adalah untuk menumbuhkan wirausaha baru dikalangan santri melalui program wira usaha baru dibidang industri. Sehingga para santri juga mampu meramaikan usaha-usaha baru dibidang industri,” kata Gati Wibawaningsih.

Gati menerangkan sejak tahun 2013 pihaknya telah memfasilitasi sebanyak 33 pondok pesantren dengan kriteria harus memiliki unit produksi dan jumlah santri yang cukup banyak, tercatat tujuh ribu santri yang sudah terbina sampai hari ini. Catatan ini masih menyisakan 14 pondok pesantren lagi yang dijadwalkan akan mendapatkan fasilitasi serupa di wilayah pulau Jawa.

Lebih lanjut Gati mengemukakan bahwa program ini adalah salah satu penunjang menuju Indonesia Jaya, dimana salah satu syaratnya adalah makmurnya perekonomian masyarakat. Untuk lebih menggerakan roda perekonomian masyarakat maka industri harus kuat dengan ditunjang oleh para santri yang notabene berakhlak mulia sebagai penggerak industri.

“Santrinya hebat, industri kuat untuk menunjang Indonesia menjadi jaya adalah slogan penyemangat untuk mendorong masyarakat khususnya para santri ini untuk menjadi Agen Development. Tambahan ilmu ini kelak bisa mereka gunakan sebagai bekal tambahan saat terjun ke tengah masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pesantren dalam membentuk santri menjadi manusia-manusia yang tangguh, mandiri dan berkarakter yang dilandasi keimanan dan ketakwaan.

“Program pemerintah ini sangat sesuai dengan visi misi kami, dimana segala proses pendidikan dan pengajaran yang diterima para santri merupakan bekal saat mereka kembali ke masyarakat. Para santri harus mengkontribusikan segala ilmu dan pengalaman yang telah mereka terima sebelumnya di pesantren sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal