Wednesday, November 13, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Perwakilan Desa Ikuti Rakor Integrasi Layanan KB, PAUD dan Dikmas

Puluhan Perwakilan Desa Ikuti Rakor Integrasi Layanan KB, PAUD dan Dikmas

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Sedikitnya 30 orang perwakilan desa se-Kecamatan Besuk terdiri dari unsur kader BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluarga Lansia), tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga) dan lain sebagainya mengikuti rapat koordinasi (rakor) integrasi layanan KB, PAUD dan Dikmas, Rabu (25/9/2019).

Kegiatan yang digelar di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Besuk di Desa Alaskandang ini dihadiri oleh Camat Besuk Puja Kurniawan didampingi Kasi Kesra Kecamatan Besuk, Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo dan Koordinator PLKB Kecamatan Besuk Syaifudin Zuhri.

Dalam sambutannya, Koordinator PLKB Kecamatan Besuk Syaifudin Zuhri menjelaskan tentang pentingnya peran dan tanggung jawab kader desa untuk terus aktif dalam kegiatan KB, BKB, BKR, BKL, pencatatan kegiatan secara administrasi, koordinasi antar kader lintas desa, laporan dan lain sebagainya.

Sementara Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo menyampaikan layanan PAUD holistik integratif merupakan kebutuhan mendasar saat ini yang harus diwujudkan layanan bersama-sama lintas sektor bidang pendidikan, kesehatan dan KB.

“Sebagai implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan PAUD Holistik Integratif, maka pemenuhan hak sosial dasar anak usia dini harus menyatu padu dalam pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak yang mencakup layanan kesehatan dan gizi, pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurut Massajo, kebutuhan esensial anak usia emas baik bersifat fisik maupun non fisik harus seimbang dan tercukupi sesuai usianya. “Pemenuhan gizi, kesehatan, pendidikan, perlindungan dari ancaman kekerasan, penyakit dan hal-hal lainnya harus terintegrasi,” terangnya.

Sedangkan Camat Besuk Puja Kurniawan mengatakan pola kerja tim, kerjasama lintas sektor dan saling melengkapi serta berkolaborasi dalam penanganan masalah balita sangat diprioritaskan seperti saat ini bisa duduk bersama, koordinasi, diskusi bersama tentu akan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Harapannya para Kepala Desa juga memberikan suppport terhadap program yang holistik integratif ini, karena disana ada kewenangan desa sesuai amanah undang-undang,” katanya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab serta umpan balik. Awalnya peserta pasif, tapi setelah dipancing oleh Penilik Diktara dengan pertanyaan dan simulasi akhirnya mencair dan terasa lebih semangat. (wan)

cww trust seal