Sunday, January 26, 2020
Depan > Kesehatan > Puluhan Pengurus Komatda Kab Probolinggo Dikukuhkan

Puluhan Pengurus Komatda Kab Probolinggo Dikukuhkan

Reporter : Mujiono
KRAKSAAN – Sebanyak 28 orang pengurus Komite Mata Daerah (Komatda) Kabupaten Probolinggo periode 2019-2021 secara resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Minggu (15/12/2019).

Pengukuhan ini dihadiri oleh Ketua Komatda Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, Dea, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo, Yayasan Paramitra Provinsi Jawa Timur serta 33 Kepala Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.

Di Jawa Timur, 4,4% masyarakat mengalami potensi kebutaan atau sudah buta. Angka kebutaan di Jawa Timur sebesar 3% dan tertinggi nasional dengan katarak sebagai penyumbang angka kebutaan terbesar. Untuk menurunkannya khususnya di Kabupaten Probolinggo perlu dilakukan upaya penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan dengan pembentukan Komatda sebagai suatu forum kerja sama kemitraan lintas sektor.

“Komite Mata Daerah (Komatda) merupakan sebuah forum kerja sama dan kemitraan lintas sektor yang mendukung dalam hal penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Kabupaten Probolinggo,” kata Ketua Umum Komatda Kabupaten Probolinggo dr Mirrah Samiyah.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo selaku Penanggungjawab Komatda Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono menyampaikan tujuan dibentuk Komatda adalah untuk menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan terutama penanggulangan katarak. Penanggulangan gangguan katarak kesehatan mata tidak hanya dapat dilakukan pemerintah, akan tetapi diperlukan kontribusi aktif dari lembaga-lembaga swasta dan organisasi profesi.

“Harapannya, Komatda dapat menjadi garda terdepan dalam penanggulangan gangguan penglihatan. Dimana estimasi jumlah penduduk penderita katarak di Kabupaten Probolinggo berjumlah 7000 dan yang telah tercatat serta dilakukan operasi mencapai 2.831 di tahun 2019. Ini merupakan tugas penting Komatda melakukan sosialisasi dan advokasi penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Kabupaten Probolinggo khususnya,” harapnya.

Sedangkan Ketua Umum Komatda Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, Dea memberikan ucapan selamat kepada para pengurus Komatda Kabupaten Probolinggo yang telah dikukuhkan.

“Komatda menjadi salah satu tugas yang tidak bisa dikesampingkan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melibatkan lintas sektor di Kabupaten Probolinggo melalui pelatihan pada para kader mata guru,” katanya.

Menurut M. Nuh, Komatda harus mampu mencari solusi bagaimana caranya menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Semakin banyak pasukan bisa melakukan screening khususnya di sekolah-sekolah, maka semakin bagus dan mudah untuk melakukan pendataan.

“Komatda fungsinya free line haruslah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemetaan. Artinya mana yang ikut BPJS dan mana yang tidak memakai BPJS. Kalau sudah ketemu sistemnya dan menjadi pioneer, tahun 2020 Kabupaten Probolinggo akan teratasi dan menjadi pembelajaran bagi kabupaten kota lainnya,” pungkasnya. (y0n)

cww trust seal