Friday, September 20, 2019
Depan > Pendidikan > Puluhan Mahasiswi UNJ Paiton Awali Kegiatan KKN

Puluhan Mahasiswi UNJ Paiton Awali Kegiatan KKN

Reporter : Hendra Trisianto
BESUK – Sebagai awal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberan Kecamatan Besuk, 12 mahasiswi semester 7 dari berbagai jurusan Universitas Nurul Jadid (UNJ) Paiton melakukan perkenalan dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) perdana bersama Kepala Desa Sumberan, perangkat desa dan Penilik Diktara Kecamatan Besuk, Rabu (4/9/2019) di Balai Desa Sumberan Kecamatan Besuk.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk sebagai pengarah acara rakor perdana membuka dengan terlebih dahulu saling berkenalan serta dilanjutkan dengan sambutan Kepala desa Sumberan Hasyim Said Mansyur.

Dalam sambutannya Kepala Desa Sumberan Hasyim Said Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika UNJ Nurul Jadid Paiton dan semua mahasiswi yang telah memilih desanya menjadi tempat lokasi KKN.

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan adik-adik mahasiswi dalam kegiatan KKN. Gunakan fasilitas yang ada di kantor desa seperti komputer, perpusdes dan lain sebagainya. Bilamana menemukan kesulitan di lapangan saat kegiatan segera hubungi saya atau perangkat desa agar dapat membantu sesegera mungkin,” katanya.

Tidak lupa Hasyim Said Mansyur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo yang siap membantu dalam membangun desa melalui pembinaan PAUD dan Dikmas yang saat ini tengah menyiapkan bimtek peningkatan kapasitas guru PAUD dalam pembelajaran di lembaga.

“Kami support pembiayaan semua guru PAUD asal Desa Sumberan dari KB Al Hasyimi dan KB Ibnu Katsir sebanyak 5 orang dari Dana Desa. Kami berharap Bapak Massajo sering-seringlah menyambangi Desa Sumberan dan beri kami masukan baik tertulis maupun saat Musdes agar kami bisa menyusun anggaran PAUD dan Dikmas ditahun mendatang,” tegasnya.

Sementara Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo dalam paparannya menyampaikan tentunya sebelum KKN para mahasiswi sudah dibekali di kampus sebelum terjun ke lokasi. Oleh karena itu mahasiswa harus menjaga baik-baik almamater kampusnya.

“KKN adalah tugas pengabdian kepada masyarakat sebagaimana falsafah Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka mahasiswa dituntut kreatif, inovatif dan pandai memanfaatkan peluang serta potensi yang ada di sekitar. Janganlah beranggapan semua kebutuhan saat KKN sudah siap di masyarakat, justru berfikirlah sebaliknya kami datang dengan program KKN untuk memberi solusi dan perubahan lebih baik di tengah-tengah masyarakat Desa Sumberan,” ujarnya.

Oleh karena itu Massajo meminta agar ilmu, teori dan praktek selama di kampus dijadikan modal untuk bisa diberikan kepada maayarakat Desa Sumberan. Jika memang sasarannya lebih diutamakan lembaga pendidikan, perpusdes dan peserta didik, maka program- program literasi yang cocok dikemas dengan acara/kegiatan yang kreatif, menarik dan humanis.

“Segeralah menyusun skedull/jadwal kegiatan, target-target baik tugas perorangan maupun tugas berkelompok. Catat semua kegiatan dan peristiwa penting, karena catatan-catatan kecilpun sangat diperlukan saat tugas berakhir serta menyusun laporan. Kami siap membantu kelancaran tugas Bapak Kepala Desa dan aktifitas KKN mahasiswi UNJ Paiton,” tegasnya.

Usai rakor dilanjutkan dengan kegiatan literasi di lembaga MTs Nurul Wahid yang lokasinya berada di ujung timur Desa Sumberan perbatasan dengan Desa Kalikajar Kulon Kecamatan Paiton. (dra)