Monday, November 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Gerakan Koperasi Sharing Koperasi Indonesia Tangguh

Puluhan Gerakan Koperasi Sharing Koperasi Indonesia Tangguh

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Lembaga Pendidikan Perkoperasian Wilayah (Lapenkopwil) Jawa Timur bekerja sama dengan MICRA Indonesia dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo menggelar roadshow outlook sharing koperasi Indonesia tangguh di aula Dekopinda Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Kamis (6/8/2020).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini mengambil tema “Membangun Ketangguhan Koperasi Indonesia Menuju Indonesia Tangguh”.

Roadshow outlook sharing koperasi Indonesia tangguh yang diikuti oleh 50 orang dari berbagai gerakan koperasi ini dihadiri oleh Kabid Diklat dan Kelembagaan Dekopinwil Jawa Timur dan Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya, Direktur Eksekutif MICRA Indonesia dan Pemerhati Koperasi dan LKM M. Alfi Syahrin serta Kepala Lapenkopwil Jawa Timur Moh. Faishol Chusni serta perwakilan Dekopinda Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo dan perwakilan perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan koperasi merupakan pilar pembangunan ekonomi nasional, karenanya oleh para pendiri bangsa dengan cita-cita yang luhur koperasi disebut sebagai sokoguru perekonomian bangsa.

“Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, di tengah upaya percepatan akselerasi pembangunan ekonomi menuju modernisasi berbasis digitalisasi ekonomi. Bangsa Indonesia dan seluruh bangsa di dunia justru diuji dengan bencana non alam pandemi COVID-19,” katanya.

Menurut Anung untuk menjadi koperasi yang tangguh, sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat permodalan. Proses reformasi total koperasi adalah program pemerintah untuk secara bertahap membangun koperasi-koperasi Indonesia menjadi tangguh melalui revitalisasi organisasi dan revitalisasi usaha koperasi.

“Kunci sukes revitalisasi organisasi dan revitalisasi usaha koperasi menuju koperasi tangguh, sehat dan mandiri adalah riil anggota, riil pengurus/pengawas dan riil asset dan kemampuan koperasi untuk menanamkan jatidiri dan komitmen koperasi kepada anggotanya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Lapenkopwil Jawa Timur Moh. Faishol Chusni mengungkapkan kegiatan ini merupakan sebuah training dalam meningkatkan semangat gerakan koperasi di era pandemi COVID-19 untuk meningkatkan ketangguhan koperasi di Indonesia.

“Output yang kita harapkan adalah koperasi mempunyai semangat baru bahwa di era seperti ini bukan saatnya untuk tersungkur tetapi momentum untuk bangkit. Ini meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, memberikan tawaran-tawaran program dan gagasan baik untuk pengembangan sumber daya manusia, pengembangan pendanaan sampai dengan teknologi,” ungkapnya.

Paling tidak jelas Chusni, supaya koperasi-koperasi mempunyai pilihan baru dengan harapan koperasi Indonesia ini tangguh. Kalau koperasi Indonesia tangguh, maka Indonesia juga akan menjadi tangguh.

“Kita menawarkan peserta saat seperti ini koperasi memilih untuk bangkit atau menyerah. Alhamdulillah mereka semua memilih untuk bangkit dan beradaptasi serta jauh lebih berkembang meskipun di saat yang sedang sulit ini,” tegasnya.

Menurut Chusni, koperasi mempunyai keyakinan dan arah baru untuk mengembangkan dirinya. Ke depan meskipun banyak masalah tapi tetap ingin mengembangkan bahwa segala permasalahannya tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. “Kita memberi tawaran inovasi-inovasi baru sehingga siapapun yang bergabung dan bekerja sama akan jauh lebih berkembang,” terangnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif MICRA Indonesia M. Alfi Syahrin menyampaikan kegiatan ini sebenarnya adalah sharing dengan gerakan koperasi yang tujuannya di masa pandemi COVID-19 ini apa yang bisa diperbuat sebagai lembaga gerakan koperasi.

“Tidak membuat dia menunggu, tapi berbuat sesuatu. Yang jelas adalah kita berusaha menggapai informasi kalau nanti ada bencana serupa dengan pandemi COVID-19 ini lagi, kita sudah bisa mempunyai ketahanan dan sanggup menjalaninya serta mempunyai program-program yang jelas,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya. Pihaknya mengaku bersyukur karena Kabupaten Probolinggo bisa terpilih untuk sebuah kegiatan yang berkaitan dengan era kebangkitan koperasi. “Sudah waktunya koperasi itu berkorporasi dalam rangka bagaimana gerakan koperasi ini mempunyai konsep yang bagus, lebih sehat, lebih mandiri dan lebih tangguh,” katanya.

Menurut Joko, kegiatan ini sesuai dengan peran dan fungsi dari Dekopin berupa publik interest group yang memperjuangkan publik gerakan koperasi dalam bentuk peraturan perundang-undangan serta special interest group bagaimana memperjuangkan anggota-anggota gerakan koperasi ini menjadi koperasi yang maju, jaya dan dan mensejahterakan anggotanya.

“Harapan dari Dekopin adalah gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo bisa menangkap peluang ini, sehingga sesuai dengan tujuan kegiatan ini adalah menjadi koperasi yang tangguh menuju Indonesia tangguh,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal