Tuesday, October 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Barista Semarakkan Festival Kopi Tahun 2019

Puluhan Barista Semarakkan Festival Kopi Tahun 2019

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN –
Sedikitnya 27 Barista (penyeduh kopi) dari berbagai daerah sekitar Kota Kraksaan dan Probolinggo saling unjuk kepiawaiannya dalam “v60 Battle” pada Festival Kopi 2019 Kabupaten Probolinggo, Sabtu dan Minggu (27-28/4/2019) di Alun-alun Kota Kraksaan.

Festival Kopi kedua kali ini diselenggarakan bersama Pameran Expo Pembangunan Visit to Kraksaan (ViTok) tahun 2019. Seperti Festival Kopi sebelumnya, festival kali ini disupport oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo.

Kali ini panitia menghadirkan beberapa dewan juri kompeten untuk menilai kualitas dan cita rasa seluruh seduhan para peserta v60 Battle tersebut. Antara lain Andik Hermawan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Kabupaten Jember, Dudiek Poli dari PT Perkebunan Nusantara XII, Candra Linton dari EO Rostari Surabaya serta Agus Santuso dari Asosiasi Kopi Indonesia.

Battle v60 ini dibagi menjadi dua babak. Yaitu babak penyisihan pada hari pertama dan babak semifinal dan final pada hari kedua. Pada babak penyisihan di hari pertama ini, pertandingan dibagi menjadi sembilan sesi dengan masing-masing sesi mempertandingkan tiga peserta secara acak. Dari 27 total peserta, tersisa sembilan besar yang nantinya berlaga pada babak semi final dan final.

“V60 adalah salah satu metode seduh kopi dengan alat seduh (driper) yang bentuknya mirip huruf V dengan derajat kemiringannya 60 derajat. Dibutuhkan ketepatan kuantitas kopi dan suhu air serta kestabilan tetesan air. Oleh karena itu masing-masing peserta akan memunculkan cita rasa yang berbeda meskipun dengan memakai bahan yang sama,” jelas Andik Hermawan sebelum memulai Battle v60.

Setiap peserta diberikan tenggat waktu 10 menit untuk menghasilkan seduhan kopi yang sebaik-baiknya, kemudian juri akan menilai secara blind testing (acak) hasil seduhan para peserta berdasarkan selera pribadi juri.

Ahmad Yani, Barista asal Kota Kraksaan yang menjadi salah satu peserta v60 Battle ini mengemukakan, trend menikmati kopi semakin hari semakin diminati masyarakat luas. Menurut pemilik salah satu coffee shop di Kota Kraksaan ini, masyarakat pecinta kopi sudah mulai paham tentang kualitas dan cita rasa kopi yang sebenarnya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan ilmu dan pemahaman yang tepat bagaimana menyeduh kopi yang tepat.

“Selain menjadi ajang silaturahim para insan kopi nusantara, dengan sering diadakannya Festival Kopi di Kabupaten Probolinggo tentu saja akan meningkatkan grade dan kualitas para barista itu sendiri,” tandasnya. (dra)