Tuesday, July 16, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Program Probolinggo Peduli, Baznas Salurkan 1.750 Paket Sembako

Program Probolinggo Peduli, Baznas Salurkan 1.750 Paket Sembako

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pada bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah tahun 2019, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo melakukan pendistribusian (tasyarufan) Zakat, Infaq dan Sodakoh (ZIS) berupa 1.750 paket sembako kepada kaum dhuafa se-Kabupaten Probolinggo. Total anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan paket sembako ini mencapai Rp 262.500.000.

Dari 1.750 paket sembako tersebut, 1.650 paket diantaranya disalurkan ke-330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Tiap-tiap desa/kelurahan mendapatkan jatah sebanyak 5 orang kaum dhuafa. Sementara sisanya 100 paket disiapkan sebagai cadangan.

Tiap paket sembako ini berisi beras 3 Kg, minyak goreng 2 liter, kopi bubuk 1 kotak, kecap 1 botol, gula pasir 1 Kg, teh celup 1 kotak, mie instans 5 bungkus dan krupuk 1 bungkus. “Kalau dinominalkan, setiap paket harganya mencapai Rp 150 ribu. Anggaran pengadaan paket sembako ini berasal dari pengumpulan dana zakat dan infaq mulai bulan Januari 2019,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil.

Menurut Muzammil, penyaluran paket sembako kepada kaum dhu’afa ini merupakan bagian dari program Probolinggo Peduli. Kriteria penerima adalah kaum dhu’afa fakir dan miskin yang ada di setiap desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. “Untuk penentuan penerimanya kami bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), baik data maupun yang menghadirkan ke kantor kecamatan,” jelasnya.

Muzammil menerangkan dalam Surat Az Dzariyat ayat 19 yang artinya “Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta”. Artinya, mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) miskin terbagi menjadi 2 (dua) orang. Yakni, Assailin atau orang miskin yang biasa meminta-minta dan Al Mahruum atau orang miskin tapi dia malu untuk meminta-minta karena mempertahankan izzah (harga diri). Padahal miskin dan berhak menerima zakat.

“Untuk penyaluran paket sembako ini, kami mencoba menyalurkan hak mustahik miskin dari kalangan Al Mahruum bekerja sama dengan ormas yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Lebih lanjut Muzammil menjelaskan, penyaluran paket sembako ini bertujuan untuk menyerahkan hak orang yang tidak mampu dari muzakki (wajib zakat) untuk disalurkan kepada mustahik. Sekaligus untuk berbagi kebahagiaan dengan mustahik fakir dan miskin pada bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

“Dengan penyaluran paket sembako ini diharapkan bisa memberikan suatu uswah kepada para muzakki yang lain untuk menyalurkan zakatnya kepada Baznas Kabupaten Probolinggo. Orang yang mempunyai kelebihan harta berkewajiban untuk menyerahkan zakatnya sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan kata lain, penyerahan hak kaum dhuafa ini bisa juga untuk berbagi kebahagiaan,” pungkasnya. (wan)