Wednesday, November 20, 2019
Depan > Pendidikan > Program INOVASI, Gugus Multigrade Gelar Short Course KKG

Program INOVASI, Gugus Multigrade Gelar Short Course KKG

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA
– Sebagai tindak lanjut dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia dalam program INOVASI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bekerja sama dengan Gugus Multigrade (Kelas Rangkap) Kecamatan Sukapura menggelar short course KKG (Kelompok Kerja Guru) ke-2, Kamis (10/1/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Sukapura ini diikuti oleh seluruh guru dan kepala sekolah dari 8 (delapan) sekolah yang tergabung dalam Gugus Multigrade. Yakni gugus yang terdiri dari sekolah-sekolah yang memiliki jumlah peserta didik sedikit kurang dari 60 orang dalam satu sekolah.

Sekolah tersebut diantaranya SDN Sukapura III, SDN Sukapura IV, SDI Nurul Hikmah As-Sholeh, SDN Sapikerep III, SDN Wonokerto II, SDN Sariwani II, SDN Ngadisari I dan SDN Ngadisari II. Semua sekolah tersebut berada di Kecamatan Sukapura sebagai pilot project Multigrade (kelas rangkap).

“Dengan difasilitasi INOVASI Gugus Multigrade telah melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas melalui KKG,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Nurohma Afrianti.

Dalam short course KKG ke-2 ini para guru dan kepala sekolah tersebut memperoleh materi tentang KKG Mini (KKG sekolah), karakteristik pembelajaran di kelas rangkap dan pengelolaan kelas rangkap.

“Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator Daerah (Fasda) khusus Gugus Multigrade yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Seperti pada pelatihan persiapan program rintisan multigrade dan KKG ke-1 sebelumnya, kegiatan KKG ke-2 ini menerapkan model pelatihan yang mengadopsi proses belajar mengajar di kelas, aktif, kreatif, efetif dan menyenangkan,” terang Ririn, panggilan akrab Nurohma Afrianti.

Dengan pelatihan model ini Ririn mengharapkan peserta KKG juga akan melaksanakan proses pembelajaran ke peserta didik sama seperti pada saat pelatihan. “Pada materi review KKG Mini (KKG Sekolah) masing-masing sekolah menceritakan perkembangan sekolah masing-masing setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan oleh INOVASI,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, semua sekolah menyampaikan telah melaksanakan pembiasaan KKG sekolah setiap minggu membahas permasalahan di masing-masing kelas serta saling tukar menukar praktik baik antar guru. Hampir semua kelas di sekolah Pilot Multigrade telah melakukan bedah kelas dengan menata kelas yang mendukung pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Kelas PAKEM).

“Kelas sudah memiliki tempat pajangan hasil karya siswa, memiliki sudut baca, sudut pasar dan sudut bersih. Selain itu juga telah dibuat kontrak belajar antara guru dan siswa yang terpajang di kelas,” jelasnya.

Ririn menerangkan beberapa sekolah seperti SDN Ngadisari II, SDN Sukapura III dan SDN Sukapura IV telah mencoba menerapkan pembelajaran kelas rangkap di kelas khususnya dengan menggabungkan siswa kelas 1 dan kelas 2 dalam satu kelas yang sama.

Sementara Kepala SDN Sukapura III Kaswandi Hadi Trilaksono menceritakan dengan pembelajaran kelas rangkap ternyata anak-anak terlihat lebih aktif. Siswa kelas 1 dan 2 yang selama ini kesulitan dalam membaca ternyata mereka sekarang sangat antusias dalam membaca dengan menggunakan media pembelajaran buku besar yang dibuat sendiri oleh guru melalui KKG Sekolah.

“Interaksi sosial antar siswa tampak lebih baik, dengan semakin banyaknya siswa dari penggabungan siswa kelas 1 dan 2. Siswa kelas lebih tinggi membimbing adik kelasnya dan adik kelas lebih menghargai kakak kelasnya,” ungkapnya.

Menurut Kaswandi Hadi Trilaksono, secara bertahap penggabungan kelas ini akan dilakukan untuk semua jenjang kelas yang berdekatan. “Misalnya kelas 1 dengan kelas 2, kelas 3 dengan kelas 4 dan kelas 5 dengan kelas 6 sehingga jumlah siswa kecil tidak menjadi masalah lagi, kekurangan guru dan kekurangan ruang kelas juga teratasi,” jelasnya.

Sedangkan Koordinator Pengawas SD Kabupaten Probolinggo Supriyono mengatakan materi karakteristik pembelajaran di kelas rangkap adalah materi unit 2 dari modul pembelajaran kelas rangkap dari 8 unit yang ada. Unit ini mengajak untuk mengidentifikasi kegiatan yang dilaksanakan peserta didik dan guru dalam pembelajaran kelas rangkap.

“Selain itu menjelaskan hasil yang dicapai peserta didik selama proses dan setelah proses pembelajaran kelas rangkap meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan dan mengidentifikasi ciri-ciri pembelajaran kelas rangkap,” katanya.

Kegiatan unit ini sangat menarik karena peserta diajak mengidentifikasi dari tayangan video pembelajaran kelas rangkap di SDN Ngadisari II dan merefleksikan kembali pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah masing-masing bagi yang sudah mencoba melaksanakan.

“Unit terakhir yang diberikan pada KKG ke-2 adalah pengelolaan kelas rangkap, peserta diminta untuk melihat sekolah masing-masing dalam kelompok sekolah untuk mengidentifikasi permasalahan yang sedang dihadapi sekolah, mencari alternatif solusi untuk permasalahan tersebut, mencoba melakukan restrukturisasi kelas sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah, mengajak peserta untuk lebih peka, mampu menganalisis serta mengantisipasi masalah yang terjadi di antara para peserta didik.

Kemudian diakhiri dengan memberi bekal pada peserta untuk dapat membimbing peserta didik membuat kesepakatan bersama atau kontrak belajar kelas untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan menerapkan disiplin positif pada peserta didik, guru dan kepala sekolah. “Yakni, membangun nilai-nilai kedisiplinan tanpa kekerasan,” tegasnya.

Menurut Supriyono, selanjutnya KKG ini akan terus dilaksanakan dengan jadwal satu bulan dua kali dan satu minggu setelah kegiatan KKG. Kemudian Fasda melaksanakan pendampingan ke sekolah-sekolah pilot untuk memberikan pendampingan terkait dengan implementasi hasil kegiatan KKG.

“Dari semua rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo akan terus memberikan dukungan sepenuhnya demi peningkatan mutu pembelajaran di kelas,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal