Thursday, November 26, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Potong Tumpeng Warnai Tasyakuran hari Jadi ke-10 Kota Kraksaan

Potong Tumpeng Warnai Tasyakuran hari Jadi ke-10 Kota Kraksaan

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melaksanakan tasyakuran Hari Jadi ke-10 Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo ke-10, Minggu (05/01/2020) pagi di aula Bin Hasan Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kabupaten Probolinggo.

Untuk menandai acara tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si selaku tokoh masyarakat Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan melakukan pemotongan nasi tumpeng dan diserahkan kepada Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE.

Acara ini juga terangkai bersama launching perusahaan asuransi syariah “sunlife sharia alexandria branch serta peringatan hari kelahiran ke-55 Drs H Hasan Aminuddin M.Si. Pada momentum tersebut Bupati Tantri beserta suami juga berkesempatan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu.

Hadir pula dalam tasyakuran tersebut Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, bersama beberapa perwakilan Forkopimda Probolinggo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Munir Kholili serta sejumlah pengurus jam’iyah NU, Kepala Perangkat Daerah dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam sambutannya Hasan Aminuddin mengemukakan, perubahan Kraksaan menjadi Ibukota Kabupaten Probolinggo adalah salah satu ikhtiar masyarakat dan Pemkab Probolinggo untuk mengembalikan asal muasal sejarah.

Dimana dahulu ungkap H Hasan Aminuddin, Kraksaan adalah sebuah residen atau pusat pemerintahan yang kemudian pasca kemerdekaan bergeser menjadi Kawedanan dan ibu kota bergeser ke Probolinggo. Selanjutnya ada pemisahan antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Kemudian lahirlah aspirasi dari segenap tokoh masyarakat, tokoh agama dan sesepuh untuk mengembalikan kembali Kecamatan Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo melalui mekanisme dan peraturan perundang-undangan harapannya agar perputaran ekonomi dan perkembangannya tidak semu antara kota dan Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Lebih lanjut H Hasan Aminuddin mengemukakan bahwa selama satu dekade perjalanan Kota Kraksaan patut untuk disyukuri bersama. Berubahnya Kraksaan menjadi Ibukota Kabupaten Probolinggo disebutnya sebagai berkah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya warga Kota Kraksaan.

“Kami berharap kita dimampukan untuk selalu mengisi lembar sejarah ini dengan perbaikan-perbaikan di setiap kesalahan dan kekurangan. Isilah Kota Kraksaan ini berupa tanaman-tanaman kebijakan dan contoh yang baik bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal