Monday, July 13, 2020
Depan > Kesehatan > PMI Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak

PMI Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menggelar bakti sosial (baksos) berupa operasi katarak tahap III tahun 2019 di RSU Rizani Paiton, Minggu hingga Kamis (17-21/11/2019).

Dalam baksos operasi katarak ini PMI bekerja sama dengan berbagai pihak. Diantaranya, JFF (John Fawcett Foundation) Denpasar Bali yang membawa team media dan para medis berikut mobile eye unit sebagai tempat operasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Dinas Kesehatan, PT UP PJB Paiton, RSU Rizani Paiton, Komatda (Komite Mata Daerah), FKPS (Forum Kabupaten Probolinggo Sehat) serta Paramitra, lembaga non pemerintah yang peduli terhadap masalah mata.

Selama 5 (lima) hari pelaksanaan, PMI mencatat jumlah yang diperiksa mencapai 2.028 orang, jumlah kaca mata yang diberikan sebanyak 734 unit, jumlah obat mata yang diberikan mencapai 406 paket, jumlah pemasangan bola mata palsu sebanyak 8 orang serta jumlah operasi katarak sebanyak 222 orang.

“Jumlah operasi katarak tahun 2019 ini melampaui dari target, karena target sebesar 200 orang dapat tercapai 222 0rang. Dengan catatan masih ada 48 orang yang belum dapat dioperasi karena waktu yang disediakan oleh Team JFF Bali hanya 5 (lima) hari termasuk post operasinya. Pelaksanaan operasi katarak dilakukan di dalam bus khusus yang dirancang/didesain untuk operasi mata katarak,” kata Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji.

Pada hari Minggu dan Senin kegiatan didatangi oleh donatur Reliable Education dari Australia sebanyak 5 orang yang dipimpin oleh Ms. Romana dari Melbourne Australia. Mereka melihat langsung bagiamana wajah-wajah bahagia para pasien yang saat dibuka telah dapat melihat dari sebelumnya harus dituntun oleh keluarga.

“Hari Kamis Team JFF Bali melakukan kegiatan terakhir berupa post operasi atau membuka perban hasil operasi pada hari Rabu tanggal 20 Nopember 2019,” jelas Ismail Pandji yang juga ketua panitia baksos operasi katarak PMI 2019.

Menurut Ismail Pandji, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang bermasalah dengan mata, khususnya katarak agar mereka dapat melihat kembali, sehingga menjadi anggota masyarakat yang kembali produktif, bisa kembali membaca Al-Quran dan tidak menjadi beban keluarganya karena kebutaan permanen.

“Katarak bila tidak dilakukan operasi akan menjadi kebutaan permanen. Di Kabupaten Probolinggo masih ribuan orang yang memiliki masalah dengan mata. Sehingga dengan kegiatan ini PMI ikut mengurangi angka tersebut,” terangnya.

Ismail Pandji menerangkan pasien operasi katarak ini datang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Bahkan datang juga dari kabupaten/kota sekitar Kabupaten Probolinggo antara lain Kota Probolinggo, Situbondo dan Lumajang. Dalam kegiatan tahun 2019 ini didapati 3 orang, salah satunya anak-anak yang terganggu penglihatannya karena kasus katarak sejak kecil.

“Pihak JFF Bali berjanji akan mengupayakan mencari donatur yang dapat melakukan operasi khusus di Denpasar Bali, sehingga yang masih diperlukan adalah biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi bagi anak tersebut bersama orang tuanya selama 5 hari di Bali,” ujarnya.

Diharapkan dengan dikoordinasikan oleh PMI akan ada pihak lembaga atau perorangan yang bersedia memberikan sumbangan untuk pembiayaan tersebut. “Selanjutnya kegiatan operasi katarak ini akan menjadi agenda tahunan bagi PMI Kabupaten Probolinggo setelah PMI Kabupaten Probolinggo sebelumnya telah melaksanakan kegiatan operasi katarak yang sama pada tahun 2017 dan tahun 2018,” tambahnya.

Dengan kegiatan ini Ismail Pandji mengharapkan masyarakat semakin sehat, khususnya mata dan dapat produktif kembali. Harapan ke depan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang kesehatan mata dan lebih banyak yang mengetahui bahwa PMI Kabupaten Probolinggo akan mengagendakan kegiatan ini setiap tahun.

“Mereka bisa mendaftar jauh hari ke markas PMI di Kraksaan untuk dicatat nama, alamat dan HP yang bisa dihubungi, sehingga akan lebih mudah bagi panitia untuk menindaklanjutinya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal