Thursday, November 26, 2020
Depan > Kesehatan > Penentuan Zona Berdasarkan 15 Indikator Kesehatan Masyarakat

Penentuan Zona Berdasarkan 15 Indikator Kesehatan Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengungkapkan hingga Kamis 10 September 2020, tambahan penderita COVID-19 di Kabupaten Probolinggo mencapai 586 orang.

“Melonjaknya kasus harian dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Kabupaten Probolinggo kembali menjadi zona merah. Penentuan zona tersebut berdasarkan 15 indikator-indikator kesehatan masyarakat yang ditetapkan Satuan Tugas Nasional,” katanya.

Menurut Dewi, 15 indikator utama tersebut terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, 2 indikator survailans kesehatan masyarakat dan 2 indikator pelayanan kesehatan. “Setiap indikator tersebut memiliki skor dan bobot yang kemudian dijumlah dan dikelompokkan menjadi 4 zona. Yakni, zona merah (risiko tinggi), zona orange ( risiko sedang ), zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau ( risiko terkontrol),” jelasnya.

Dewi menjelaskan untuk indikator survilence kesehatan masyarakat didapat positivity rate 16 % (target kurang dari 5%), untuk indikator pelayanan kesehatan diukur dari jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan yang menampung lebih dari 20 % pasien yang positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Saat ini keterpakaian tempat tidur isolasi COVID-19 dan ICU terus meningkat. Sebanyak 51% dari total 109 tempat tidur isolasi dan ICU khusus untuk pasien dengan gejala sudah terisi penuh,” terangnya.

Selain itu, tingkat kematian di Kabupaten Probolinggo terus bertambah, semakin banyak kasus suspect dan probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protokol COVID-19. “Indikator lainnya adalah masih banyaknya kasus aktif, yaitu orang terkonfirmasi positif yang masih harus menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit,” tegasnya.

Lebih lanjut Dewi menegaskan Pemkab Probolinggo sudah berusaha menaikkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU COVID-19, tetapi jika masih banyak pelanggaran terhadap protokol kesehatan maka tidak akan pernah cukup berapapun tempat tidur ditambahkan.

“Sahabat sehat, tetap jalankan protokol kesehatan dimana pun dan kapanpun ya. Mari tingkatkan disiplin, saling mengingatkan sesama, saling menjaga, bersama pasti kita bisa putuskan rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Jangan lupa tingkatkan imun dan iman, salam sehat,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal