Tuesday, August 11, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Sosialisasikan Pemberdayaan AKL, AKAD dan AKAN

Pemkab Sosialisasikan Pemberdayaan AKL, AKAD dan AKAN

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dalam rangka memberikan pemahaman tentang ketenagakerjaan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memberikan sosialisasi pemberdayaan Angkatan Kerja Lokal (AKL), Angkatan Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Angkatan Kerja Antar Negara (AKAN) di Balai Desa Nogosaren Kecamatan Gading, Rabu (10/4/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari unsur perangkat desa, Ketua RT/RW, PKK, Karang Taruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Nogosaren Kecamatan Gading. Narasumber adalah Kasi Penempatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Sugeng Lestari yang menyampaikan tentang Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Ach. Fauzie Effendy mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama dan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan narasumber Disnakertrans Provinsi Jawa Timur dalam rangka memberikan pengertian dan kemudian menanamkan kembali pengertian hak dan kewajiban sebagai calon tenaga kerja, apakah itu di dalam negeri maupun di luar negeri sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Karena umumnya selama ini yang telah kita ketahui umumnya mereka itu non prosedural dan datangnya tahu-tahu yang bersangkutan sudah dianggap bermasalah baik itu dalam kondisi luka-luka karena kecelakaan kerja atau bahkan meninggal dunia,” katanya.

Menurut Fauzie, sosialisasi pemberdayaan AKL, AKAD dan AKAN ini dilakukan di kantong-kantong pekerja migran yang non prosedural, salah satunya adalah Desa Nogosaren Kecamatan Gading dan kegiatan ini mendapatkan antusias yang sangat baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta kelompok ibu-ibu dalam majelis pengajian.

“Kita tanamkan pengertian bahwa ternyata lebih baik bekerja di dalam negeri daripada ke luar negeri yang diiming-imingi katanya penghasilan besar tapi tingkat kesulitannya juga lebih tinggi,” jelasnya.

Fauzie menambahkan nantinya mereka akan diberikan brosur-brosur karena memang mereka menghendaki sehingga untuk lapangan kerja di luar Jawa dapat diisi oleh warga dari Kabupaten Probolinggo daripada mereka ke luar negeri dan kemudian menimbulkan permasalahan yang bersangkutan dengan keluarganya. “Lebih baik di dalam negeri yang sudah jelas dan banyak perusahaan yang membuka lowongan,” tegasnya.

Lebih lanjut Fauzie meminta untuk anak-anak muda yang masuk generasi milenial yang sekarang sudah berusia 18 tahun dan masuk periode angkatan kerja supaya tidak memilih untuk bekerja di luar negeri. “Karena ternyata di luar Jawa terbuka kesempatan dan tidak perlu keterampilan khusus, hanya pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh provinsi-provinsi di wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Sosialisasi pemberdayaan AKL, AKAD dan AKAN ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Nogosaren Kecamatan Gading. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya yang melontarkan pertanyaan seputar materi yang disampaikan, baik oleh narasumber maupun Disnaker Kabupaten Probolinggo. (wan)

cww trust seal