Saturday, December 7, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Sosialisasikan Hemat Energi

Pemkab Sosialisasikan Hemat Energi

Reporter : Syamsul Akbar
TEGALSIWALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA memberikan sosialisasi hemat energi di Pendopo Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (11/11/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dan masyarakat yang ada di lingkungan Kecamatan Tegalsiwalan. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang hemat energi dari Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo.

Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi mengungkapkan hemat energi ini diperlukan karena tidak menutup kemungkinan energi yang ada akan habis. Oleh karena itu digalakkan pemakaian sumber energi baru dan terbarukan.

“Hukum kekelalan energi menyebut energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan. Tetapi energi bisa dirubah dan bisa diperbarukan. Artinya, dari energi yang selama ini tidak termanfaatkan bisa termanfaatkan,” ungkapnya.

Susilo menerangkan penghematan energi bisa dilakukan melalui pemanfaatan energi surya PTSL, energi terbarukan serta mikro hidro. Hal ini dilakukan supaya masyarakat tidak selalu ada ketergantungan terhadap energi.

“Bagaimanapun kita harus hemat dalam pemanfaatan energi. Dengan kegiatan ini diharapkan hemat energi ini bisa dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Karena tidak menutup kemungkinan suatu saat ada kelangkaan energi,” jelasnya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan krisis energi global yang mulai terasa saat ini bukan lagi sekedar wacana tetapi sudah harus menyentuh pada upaya penanggulangan dengan berbagai antisipasi. Penggunaan energi sudah selayaknya dilakukan secara bijaksana dan dimulai dengan mengubah gaya hidup lebih hemat energi.

“Jadikan hemat energi sebagai budaya dalam diri kita karena budaya hemat energi merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus peduli terhadap perubahan iklim dengan cara menghemat energi. Dengan demikian dapat mengurangi emisi gas buang yang merupakan penyumbang terbesar dari rusaknya lapisan ozon,” katanya.

Sidik menegaskan sekecil apa pun upaya untuk menghemat energi pasti bermanfaat untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Point terpenting adalah bagaimana kemudian mendorong budaya hemat energi itu menjadi learning by doing atau satu kebiasaan yang berkesinambungan sehingga dapat menjadi way of life atau gaya hidup. “Tujuan besar yang diinginkan dimulai dengan kegiatan kecil, seperti mematikan lampu atau listrik yang sudah tidak digunakan,” jelasnya.

Menurut Sidik, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penghematan Energi dan Air, ini merupakan suatu kewajiban bagi kita sebagai abdi negara, bahwa instansi pemerintah harus menjalankan regulasi tersebut karena energi merupakan komoditi strategis bagi suatu bangsa bahwasannya Indonesia sudah dikarunia berbagai jenis sumber energi seperti minyak bumi, gas bumi dan batubara.

“Sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, tenaga air, panas bumi dan biomassa sangat berlimpah yang bisa ditransformasikan menjadi listrik namun sayangnya Indonesia masih terlalu boros dalam menggunakan energi dan listrik,” tegasnya.

Lebih lanjut Sidik menerangkan listrik merupakan kebutuhan dasar manusia modern dan pembuka jalan menuju peradaban modern. Tanpa listrik proses pembangunan tidak dapat berjalan karena itu upaya penghematan pemakaian energi seperti listrik perlu terus ditumbuhkan karena masa depan keberlanjutan energi bangsa ini ada di tangan kita demi masa depan anak cucu kita.

“Langkah 3M banyak digaungkan dalam penghematan pemakaian energi. Yakni, M1 adalah mematikan lampu dan peralatan listrik lainnya jika tidak digunakan, M2 adalah mencabut kabel power listrik jika peralatannya sudah dimatikan powernya dan M3 adalah mengatur suhu AC di ruangan menjadi 25°C,” tegasnya.

Sidik menambahkan gerakan hemat energi menjadi perhatian pemerintah karena pertumbuhan ekonomi negara dipengaruhi oleh ketersediaan listrik. “Apabila pasokan listrik di setiap daerah tersedia, ekonomi di daerah tersebut pun juga dapat tumbuh dan akan menggerakkan sektor industri daerah sehingga memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal