Sunday, December 15, 2019
Depan > Pemerintahan > Pemkab Silaturahim Bersama BEM dan Organisasi Kepemudaan

Pemkab Silaturahim Bersama BEM dan Organisasi Kepemudaan

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengadakan silaturahim bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Probolinggo, civitas akademika, organisasi kepemudaan dan segenap elemen masyarakat, Kamis (27/9/2019) siang di ruang Banggar dan Banmus Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan silaturahim yang dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE tersebut menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali serta Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo.

Hasan Aminuddin mengemukakan bahwa adanya kritisi yang dilontarkan kalangan mahasiswa dan akademisi atas adanya sebuah kesalahan produk perundang-undangan DPR RI memang sebelumnya dirasa sangat menarik.

“Atas kemurnian pemikiran tersebut bahkan Presiden dan Ketua DPR RI langsung memberikan atensi dan apresiasi dengan mengamini dan mengiyakan tuntutan. Tetapi setelah dijawab lantas kenapa masih ada gerakan yang sifatnya terus-menerus dan sampai pagi,” ungkap suami Bupati Probolinggo ini.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin menyebut gejolak kebangsaan di pemerintah pusat saat ini adalah sebuah ujian dari Allah SWT. Kalau lulus InsyaAllah negara Indonesia akan jauh lebih mandiri dibanding negara lain.

“Apa yang diminta mahasiswa dan segenap elemen bangsa tersebut sudah dijawab oleh presiden dan lembaga legislatif dan hal itu memang ditunda. Undang-undang revisi KPK sudah menjadi Undang-undang, kalau ingin drop kembali bukan PERPPU tetapi harus ke Mahkamah Konstitusi (MK),” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Hasan Aminuddin selaku wakil rakyat juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membatasi dan menghalangi aksi turun ke jalan karena hal ini merupakan bagian dari sebuah demokrasi, senyampang dilakukan dengan santun dan tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum.

“Fungsi kami selaku penghantar aspirasi masyarakat selalu terbuka dan memberi kesempatan kepada semua jika ada yang ingin menyampaikan kritik dan uneg-uneg kepada siapapun melalui sarana yang benar, seusai syariat agama dan aturan perundang-undangan sehingga tidak memalukan,” imbuh Hasan Aminuddin.

“Bila perlu kita istoqomahkan forum semacam ini agar tidak terjadi kebuntuan lagi kedepannya dalam mentransfer ide dan gagasan dari berbagai pihak. Baik dari kalangan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya kepada para pemimpin formal maupun informal dari kalangan lembaga eksekutif maupun legislatif,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal