Thursday, November 26, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Sidak Harga Gula di Pasar dan Distributor

Pemkab Sidak Harga Gula di Pasar dan Distributor

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Menyikapi kenaikan harga gula yang semakin tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan atau yang lebih dikenal dengan inspeksi mendadak (sidak) harga gula di Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan dan distributor yang ada di Kecamatan Kraksaan, Jum’at (13/3/2020) pagi.

Pemantauan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi dan anggota Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo yang juga Kanit Tipiter Polres Probolinggo Ipda Djuwantoro Setyo ini melibatkan personil dari TNI dari Kodim 0820 Probolinggo dan Polri dari Polres Probolinggo serta beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Di Pasar Semampir, tim melakukan sidak harga gula di 2 (dua) toko pracangan. Dari sidak ini diperoleh informasi bahwa sejak beberapa minggu terakhir memang terjadi fluktuasi harga gula. Beberapa kali harga turun dan beberapa kali pula harga naik drastik.

Usai dari Pasar Semampir, tim melanjutkan sidaknya ke salah satu distributor yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Begitu sampai ke salah satu distributor yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Kota Kraksaan ini, tim langsung menanyakan harga gula ke pemilik distributor.

Tidak hanya itu, tim dari Pemkab Probolinggo dan Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo juga melakukan peninjauan ke gudang penyimpanan gula milik distributor. Kebetulan saat itu distributor sedang ada kiriman gula untuk nantinya akan didistribusikan kepada para pedagang yang ada di Kota Kraksaan dan sekitarnya.

“Setelah kami cek langsung ke distributor, ternyata stok gula cukup banyak. Tetapi untuk harga sesuai yang kami cek memang berada di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi kepada sejumlah awak media.

Oleh karena itu Joko menghimbau kepada para distributor yang ada di Kabupaten Probolinggo agar stok gula yang ada untuk segera didistribusikan tidak melebihi 3 (tiga) hari. “Kami himbau agar stok gula yang ada distributor segera didistribusi dan dijual kepada pedagang. Untuk indikasi penimbunan belum ada, karena ternyata 2 hari stok sudah habis,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga Joko menyampaikan bahwa hal itu bisa dipengaruhi oleh biaya-biaya tambahan seperti distribusi, pengangkutan serta kuli yang menaikan maupun menurunkan barang. “Dalam waktu dekat kami bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo juga akan melakukan pengecekan ke produsen. Sebab distributor ini juga mengambil gula dari produsen,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal