Friday, November 22, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Monev Secara Berkala Para Pengusaha UKM-IKM

Pemkab Monev Secara Berkala Para Pengusaha UKM-IKM

Reporter : Hendra Trisianto
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akan terus mengawal tumbuh kembang pengusaha UKM/IKM yang ada di wilayah pedesaan. Dalam hal ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala kepada para pengusaha UKM/IKM.

Seperti yang dilakukan pada Kamis (18/7/2019), dimana Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikri Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengunjungi beberapa pengusaha UKM/IKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memberikan pembinaan secara langsung.

Kunjungan dimulai dari UKM Dua Putri Solehah yang berada di Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu. UKM yang sudah berdiri cukup lama ini dikenal dengan produk olahan bawang merah dengan merk dagang Hunay. Selain bawang goreng, lima item diversifikasi produknya kini juga makin dikenal secara luas. Selain itu gerai produk pada UKM Dua Putri Sholehah ini kini juga menampung beberapa produk unggulan dari UKM lainnya.

Setelah itu tim monev melanjutkan kunjungan pada BUMDes Tunas Bangsa Desa Kedungrejo Kecamatan Bantaran yang terkenal dengan produk olahan Komak. Dikelola oleh Imam Suraji (54), BUMDes yang baru berdiri dua tahun ini punya peran besar sebagai wadah pemasaran bagi produk unggulan UKM yang ada di Kecamatan Bantaran.

Dengan bermodal gerai/display produk yang berada di lokasi strategis yakni di pinggir jalan Kecamatan Bantaran Dusun Kedungjambang RT 11 RW 05 Desa Kedungrejo, BUMDes Tunas Bangsa sukses menarik kehadiran banyak pelanggan. Sekilas tampilannya memang terlihat sederhana, namun siapa kira dibalik kesederhananya itu transaksi melalui aplikasi jual beli onlinenya begitu fantastis.

Berkah jalinan kerjasama mutualisme ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para pelaku UKM di daerah penghasil komak ini saja, namun juga meluas kepada UKM luar kecamatan yang turut memasarkan produknya seperti Kopi Krucil, Abon Pajarakan serta produk unggulan daerah lainnya pun ikut nampang pada gerai berukuran 5×4 meter itu.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Anung bersama tim monev juga mengunjungi UKM Batik Biru Lancor yang berada di Kecamatan Leces. Tim monev saat itu ingin menggali lebih dalam tentang karakter dan ciri khas pada produk batik Biru Lancor yang terkenal dengan motif klasiknya.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Johny Suryono owner galeri batik Biru lancor. Johny mengaku senang hati sekaligus bangga karena telah turut serta melestarikan salah satu warisan budaya budaya nenek moyang suku Jawa yakni batik tulis.

Batik Biru Lancor adalah batik yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan karakter dan kultur wilayah Kecamatan Leces pada khususnya dan Kabupaten Probolinggo secara meluas. Meskipun menonjolkan karakter klasik sebagai ciri khasnya seperti babon angkrem, kawung, sulur dan ukiran-ukiran namun desain motifnya selalu menampilkan ciri khas kultur Kabupaten Probolinggo seperti bawang merah, mangga, Bromo serta angin.

Dalam kegiatan tersebut selain melakukan pembinaan langsung Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga menyerap dan menampung segala aspirasi pengusaha UKM/IKM. Tujuan kedua yakni untuk melihat dan menangkap peluang yang masih memungkinkan untuk dikembangkan didalamnya.

“Pesatnya pertumbuhan industri kecil di Kabupaten Probolinggo dewasa ini akan turut mendongkrak perekonomian masyarakat. Sebagai upaya percepatan kami berharap bisa menjadi katalisator bagi pengusaha UKM/IKM ini dalam menciptakan inovasi dan menangkap peluang yang lebih besar,” tutur Anung Widiarto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

“Langkah berikutnya kita akan lebih menguatkan database, kami sudah mengetahui potensi UKM/IKM dan sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selanjutnya kami akan mencoba mendorong agar tercipta diversifikasi produk dari mereka untuk menyasar lebih banyak pangsa pasar,” imbuhnya. (dra)

cww trust seal