Tuesday, August 11, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Monev Secara Berkala Keberadaan Pelaku Usaha Mikro dan Koperasi

Pemkab Monev Secara Berkala Keberadaan Pelaku Usaha Mikro dan Koperasi

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL – Untuk mengetahui perkembangan UMKM di wilayah Kabupaten Probolinggo, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala pada pelaku usaha mikro dan keberadaan koperasi-koperasi binaannya.

Kamis (04/7/2019), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo melaksanakan monev di Kecamatan Krucil yang saat itu difokuskan kepada perkembangan KUD Argopuro Kecamatan Krucil dan komoditas kopi Krucil.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengemukakan, Kecamatan Krucil saat ini selain dikenal sebagai penghasil susu sapi berkualitas juga mashur sebagai daerah penghasil kopi yang cita rasanya banyak diburu para penikmat kopi nusantara. Oleh sebab itu monev merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan reputasi tersebut agar tetap terjaga bahkan terus melejit.

“Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro kini telah merambah segmentasi lain dengan berkembang menjadi sentra wisata edukasi perah susu. Tidak hanya itu, dibangunnya rumah susu dampaknya semakin mensejahterakan masyarakat kecamatan Krucil,” jelas Anung Widiarto.

Lebih lanjut mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo ini menerangkan, dengan inovasi yang telah diupayakan KUD Argopuro itu, kini setiap harinya mampu menyerap 32.500 liter susu perah dari delapan desa warga masyarakat Kecamatan Krucil.

Menyikapi tentang perkembangan komoditas kopi Krucil dewasa ini, Anung juga mengaku telah banyak mendengar keluhan para petani kopi Kecamatan Krucil. Dimana sampai saat ini mereka masih mengandalkan keberadaan tengkulak kopi yang banyak berasal dari daerah lain dengan penentuan harga yang dianggap merugikan petani.

“Memang jalan terbaik yang menguntungkan bagi petani kopi adalah adanya fasilitas KUD Kopi, karena UMKM kopi sudah banyak bermunculan disini. Akan kita tindak lanjuti permasalahan tersebut supaya petani kopi kita kedepan juga mempunyai koperasi khusus, jadi bisa satu pintu untuk pelayanan penjualan kopi Krucil,” tandasnya.

Rencana ini rupanya diamini Satya Bayu Utama, pengembang wisata edukasi “Coffee Experience” sekaligus owner produk kopi “Son Coffe” Desa Bermi yang saat itu dikunjungi tim monev Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. Sebagai salah satu pengusaha dan petani kopi, pihaknya sudah sangat lama mengharapkan adanya KUD Kopi ini.

Menurut Bayu, hal ini sangat layak untuk dipertimbangkan pasalnya mayoritas petani kopi Krucil kini sudah teredukasi dengan baik tentang pengelolaan dan budidaya tanaman kopi. Intinya dibalik kualitas dan cita rasa kopi Krucil itu pasti diawali dengan pengelolaan pasca panen yang tepat.

“Kami harap semakin banyak support dari Pemkab Probolinggo kedepannya khususnya berupa fasilitas perijinan, hak paten serta fasilitas branding dan promosi yang lebih jauh dan strategis. Mungkin bisa memanfaatkan rest area jalan tol di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (dra)

cww trust seal