Friday, November 15, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Refresh Manajemen Penanggulangan Bencana

Pemkab Gelar Refresh Manajemen Penanggulangan Bencana

Reporter : Hendra Trisianto
PROBOLINGGO – Tercatat dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia mengalami trend peningkatan dan beragam. Memang letak Indonesia yang berada di ring of fire menjadikannya daerah yang memiliki resiko bencana tinggi.

Seringnya intensitas bencana yang terjadi, melatarbelakangi bahwa pengetahuan tentang manajemen penanggulangan bencana sebenarnya sangat penting untuk dipelajari oleh berbagai pihak agar mereka memahami peranan masing-masing ketika sebelum, saat dan pasca bahkan terkait pemulihan dan masa transisi setelah terjadinya bencana.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan sharing dan refresh terkait manajemen penanggulangan bencana, Rabu (18/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari karyawan dan karyawati BPBD Kabupaten Probolinggo. Mulai dari Sekretariat, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Sebagai pemateri hadir Saiful Huda, yang pernah mengikuti Diklat Manajemen Penanggulangan Bencana pada tahun 2017.

“Kegiatan ini penting sebagai penyegaran dan pengingat bagi seluruh karyawan karyawati BPBD Kabupaten Probolinggo untuk lebih memahami dan mengevaluasi peranan masing-masing dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.

Menurut Anggit, bagi personil yang lama, pengetahuan ini mampu menjadi bahan evaluasi dan koreksi apakah kegiatan maupun mitigasi bencana yang selama ini telah dilaksanakan dan dijalankan sudah sesuai dengan tujuan yang optimal ataukah perlu ditingkatkan kembali dengan membuat perubahan yang lebih baik.

“Bagi beberapa personil yang baru, pengetahuan ini bisa dimanfaatkan untuk menambah referensi dan gambaran terkait upaya apa yang dapat dilakukan dalam penanganan bencana melalui tugas dan fungsi pada bidang masing-masing,” tegasnya.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi terkait definisi manajemen bencana. Meliputi, manajemen resiko bencana ketika sebelum terjadi bencana, manajemen kedaruratan saat terjadi bencana dan manajemen rehabilitasi ketika pasca bencana serta terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana. Disampaikan pula tentang siklus atau tahapan penanggulangan bencana dan prinsip-prinsip penanggulangan bencana.

“Kegiatan semacam ini memang bisa dikatakan sederhana namun melalui kegiatan seperti ini sangat penting sebagai wadah untuk saling sharing dan refresh, terutama terkait pengetahuan akan penanganan bencana khususnya di Kabupaten Probolinggo,” pungkas Anggit. (dra)

cww trust seal