Saturday, July 4, 2020
Depan > Berita Terkini > Pemkab Gelar Rakorsus Pencegahan dan Percepatan Penanganan COVID-19

Pemkab Gelar Rakorsus Pencegahan dan Percepatan Penanganan COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar rapat koordinasi khusus (rakorsus) pencegahan dan percepatan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) melalui optimalisasi pelayanan kesehatan di posyandu, Rabu (18/3/2020).

Rakorsus yang digelar di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo ini dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Para peserta ini mendapatkan penjelasan terkait pencegahan dan percepatan penanganan COVID-19 dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.

Sebelumnya memasuki ruang pertemuan, para peserta rakorsus ini melalui rangkaian protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. Seperti cuci tangan memakai antiseptik dan pengukuran suhu badan menggunakan Thermogun. Serta menerapkan sosial distancing dengan jarak di atas 1 meter baik saat berada di lift maupun ruang pertemuan Kantor Bupati Probolinggo. Setelah itu para peserta dipersilahkan untuk meminum ramuan rempah-rempah (empon-empon).

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono menyampaikan bahwa dalam seminggu terakhir Pemkab Probolinggo memberikan perhatian khusus COVID-19. Hal ini merupakan perhatian dari Pemerintah Daerah kepada semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Beberapa upaya dan langkah telah ditetapkan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Bahkan beliau berbagi peran, Ibu Bupati mengomando kerja-kerja percepatan penanganan COVID-19 dan Bapak Wabup memimpin sidak ketersediaan, keamanan dan keterjangkauan sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk masker,” ujarnya.

Lebih lanjut Sekda Soeparwiyono mengaku bersyukur karena beberapa administrasi kebijakan daerah telah dapat diselesaikan. Diantaranya, Keputusan Bupati Tentang Penetapan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19, Surat Edaran Bupati Tentang Belajar di Rumah (Home Learning) dan Surat Edaran Bupati Tentang Penutupan Obyek Wisata, Surat Edaran Bupati Tentang Bekerja dari Rumah (Work From Home) bukan bekerja di rumah.

“Selain itu, Konferensi Pers Tentang Kebijakan Pemkab Probolinggo Terkait COVID-19 oleh Ibu Bupati, sidak sembako dan masker oleh Bapak Wakil Bupati, Penyusunan Protokol/SOP Kesehatan dan lain-lain oleh Dinas Kesehatan serta penyusunan rincian protokol kesehatan, pendidikan, ekonomi, area publik, komunikasi dan pemerintahan oleh Kepala Pelaksana BPBD selaku Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19,” tegasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan bahwa Corona Virus Disease (COVID-19) ini bukan untuk disepelekan dan diremehkan. Sebab apa yang terjadi di China telah banyak menyebabkan korban jiwa.

“Sampai hari ini ada yang membandingkan tingkat kematian COVID-19 dengan penyakit yang lain. Ini bukan hanya sesempit itu kita berfikir. Virus ini virus baru yang belum tahu bagaimana virus ini, penanganan dan penangkalannya,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kewaspadaan bersama. Bukan pada kematiannya tetapi juka angka kesakitannya yang tinggi. Oleh karena itu tidak bisa banyak bergantung kepada tim Dinas Kesehatan karena SDM dan sarana prasarana yang terbatas.

“Harapan saya siapapun pelaku kebijakan hendaknya mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo relatif lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain,” jelasnya.

Sebagai upaya percepatan penanganan COVID-19 jelas Bupati Tantri, pihaknya telah memerintahkan kepada semua OPD untuk membatalkan seluruh even yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah jelang Ramadhan dan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro).

“Saya sudah meminta kepada semua OPD agar membatalkan dan membatasi seluruh perjalanan ke luar Kabupaten Probolinggo. Jika tidak mendesak lebih baik di Kabupaten Probolinggo. Dari kehebohan ini tidak perlu selalu bertatap muka,” terangnya.

Kepada para Camat Bupati Tantri meminta agar memback up Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dan berkoordinasi dengan seluruh stakerholder di kecamatan baik Kapolsek maupun Danramil.

“Kami Forkopimda sudah sepakat akan bersama-sama dalam pencegahan dan penanganan COVID-19. Solidkan kembali bersama Kepala Puskesmas masing-masing apa yang harus dilakukan salah satunya bagaimana masyarakat terbuka. Oleh karenanya Satgas harus menyusun alur mulai dari hulu ke hilir sehingga camat bisa mengkomunikasikan kepala desa masing-masing,” tegasnya.

Bupati Tantri menegaskan bahwa camat sebagai mediator di kecamatan harus bisa memberikan contoh yang baik di tingkat kecamatan. Istiqomah lebih terbuka terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan. Selain itu melakukan pengawasan kepada masyarakat, terutama yang baru pulang dari luar negeri.

“Kondisi hari ini memaksa kita semakin menjaga kesehatan. Kalau selama ini hanya minum vitamin, maka sekarang juga harus minum suplemen untuk menambah daya tahan tubuh. Tentu dengan iringan doa agar kita semua dihindarkan dari musibah dan diberikan kesehatan lahir batin,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi menyampaikan bencana alam non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam yang antara lain berupa kegagalan tehnologi, gagal modernisasi, epedemi dan wabah penyakit. Dalam hal ini pandemic penyakit COVID-19 termasuk bencana non alam.

“Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Bon Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 terbagi dalam protokol Satgas COVID-19. Yakni, Satgas Kesehatan yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan, Satgas Pendidikan yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan, Satgas Ekonomi yang dikoordinir oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satgas Area Publik yang dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup serta Satgas Pemerintahan yang dikoordinir oleh 3 (tiga) asisten,” katanya. (wan)

cww trust seal