Friday, December 13, 2019
Depan > Kesehatan > Pemkab Gelar Rakorev Pencapaian POPM Kecacingan

Pemkab Gelar Rakorev Pencapaian POPM Kecacingan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar rapat koordinasi evaluasi (rakorev) pencapaian POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal) tingkat Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/11/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari perwakilan dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Pokja IV Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta Kepala Puskesmas dan Pengelola Program Kecacingan Se-Kabupaten Probolinggo.

Sasarannya adalah lintas sektor dan lintas program di daerah Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi tentang kebijakan program filaria dan kecacingan serta analisa situasi dan evaluasi POPM kecacingan di Kabupaten Probolinggo tahun 2019.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Dewi Veronica mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan sampai 75% pada anak usia pra sekolah dan usia sekolah (1-12 tahun) di semua daerah endemis sehingga menurunkan angka kecacingan dan tidak menjadi masalah kesehatan di masyarakat terutama di Kabupaten Probolinggo.

“Secara khusus bertujuan untuk sosialisasi evaluasi pencapaian program kecacingan tahun 2019, koordinasi pemberian obat cacing pada tahun berikutnya serta meningkatkan kemitraan dalam pengendalian kecacingan di masyarakat dengan pemangku kebijakan, lintas sektor dan organisasi masyarakat,” katanya.

Menurut Dewi, penyakit cacingan tersebar luas baik di pedesaan maupun di perkotaan. Angka infeksi tinggi, tetapi intensitas infeksi (jumlah cacing dalam perut) berbeda. “Sampai 2013 survei pada anak Sekolah Dasar (SD) menunjukkan prevalensi cacingan antara 0-85,9% (survei di 175 kabupaten/kota). Rata-rata prevalensi 28,12% (angka nasional),” jelasnya.

Dewi menjelaskan kegiatan POPM di Kabupaten Probolinggo telah dimulai pada tahun 2015 dan akan dilaksanakan selama 5 tahun yang sampai saat ini memasuki tahun ke 4 (empat). Berdasarkan data capaian tahun 2018 di Kabupaten Probolinggo sudah memenuhi standart nasional (> 75% sasaran) yaitu sebesar 99,4 % tetapi kegiatan ini perlu terus berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas dan capaian program sampai 5 tahun.

“Pada tahun 2019 pelaksanaan kegiatan POPM kecacingan terintegrasi dengan program gizi karena Kabupaten Probolinggo termasuk 11 Kabupaten/Kota dengan wilayah stunting. Sehingga pelaksanaan POPM kecacingan dilakukan dua kali dalam setahun (bulan April dan Oktober),” terangnya.

Guna mengevaluasi kegiatan POPM kecacingan tahun 2019 dan mendukung pelaksanaan kegiatan bulan kecacingan tahun berikutnya, maka perlu dilaksanakan kegiatan rakorev program kecacingan lintas sektor dan lintas program di Kabupaten Probolinggo.

“Koordinasi dan evaluasi POPM di Kabupaten Probolinggo dalam upaya pengendalian penyakit kecacingan difasilitasi. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat baik perorangan maupun organisasi sehingga diharapkan menurunkan angka kesakitan akibat kecacingan di Kabuaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal