Tuesday, October 15, 2019
Depan > Kesehatan > Pemkab Gelar Rakerda Program KKBPK Tahun 2019

Pemkab Gelar Rakerda Program KKBPK Tahun 2019

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2019 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (24/4/2019).

Rakerda Program KKBPK yang mengambil tema “Tingkatkan Sinergisitas Program KKBPK Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Supriadi didampingi Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono dan Kabid Litbang BKKBN Provinsi Jawa Timur Sukanto.

Kegiatan ini diikuti oleh 160 orang peserta terdiri dari camat, 33 orang kepala puskesmas, 24 orang Koordinator PKB, Dinkes, Dinas Pendidikan (Dispendik), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kementerian Agama (Kemenag), RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo dan kecamatan serta Kepala Desa (Kades) yang ada program Kampung KB di Kabupaten Probolinggo.

Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono dalam kesempatan tersebut menyampaikan arah dan kebijakan program KKBPK yang akan dilakukan pada tahun 2019 sekaligus keberhasilan yang sudah dicapai pada tahun 2017. Grand design pembangunan kependudukan belum tersusun, Total Fertility Rate (TFR) tahun 2017 sebesar 2,0, perkawinan pertama usiaく20 tahun sebesar 44,15 % dan Age Spesilk Fertiny Rate (ASFR) sebesar 60,08%.

“Selanjutnya, Contrasepsi Prevalensi Rate (CPR) sebesar 80,79, Unmeet Need sebesar 5,1, Kelompok Tribina Yang aktif sebesar 51,5%, Kelompok UPPKS yang aktif sebesar 56,4%, Kelompok PIK-R yang aktif sebesar 59,1% dan terbentuknya program KB rata-rata dua desa di setiap kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Shodiq, untuk tahun 2019 DPPKB Kabupaten Probolinggo telah menyusun sejumlah program. Diantaranya program pelayanan Keluarga Berencana, program ketahanan keluarga, program peningkatan kualitas hidup perempuan, program pemenuhan hak anak, program peningkatan perlindungan khusus anak serta program sistem data gender dan anak.

“Kami juga akan memberikan fasilitasi pencegahan dan penanganan korban kekerasan melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). PPT merupakan keterpaduan layanan bagi korban kekerasan bagi perempuan dan anak yang meliputi layanan pengaduan, kesehatan, hukum dan psikososial. Sementara Puspaga merupakan layanan konseling bagi anak-anak dan keluarga terdiri dari tenaga konselor dan psikolog,” jelasnya.

Selain itu juga ada program upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan. Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan rias manten dan make up artis untuk perempuan di daerah Kampung KB. “Serta pelatihan keterampilan bagi perempuan difabel berupa decoupage, sulam pita, rajut dan sulam mukena,” tegasnya.

Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Supriadi mengatakan program KB mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia yang sejahtera disamping program pendidikan dan kesehatan.

“Program KB adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil dan sejahtera,” katanya.

Lebih lanjut Supriadi meminta agar para Camat bisa mengajak semua lintas sektor untuk memberikan penyuluhan KB kepada masyarakat. Camat harus mampu mensinergikan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini sudah baik dalam rangka untuk membangkitkan semangat dalam mensukseskan program KB.

“Camat harus mampu menjadi pendorong utama dalam suksesnya program KB di Kabupaten Probolinggo. Koordinasi itu mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Mari kita tingkatkan kinerja kita untuk mencapai visi misi Kabupaten Probolinggo. Prestasi yang sudah dicapai selama ini mohon untuk dipertahankan dengan terus meningkatkan kerja sama dengan semua pihak yang ada di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Supriadi menambahkan Rakerda ini sangat penting untuk mensinergikan program kegiatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo melalui pengendalian penduduk serta kesamaan pandangan atas berbagai kebijakan pengendalian penduduk serta implementasinya di Kabupaten Probolinggo.

“Untuk itu saya meminta semua yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya materi yang akan disampaikan oleh narasumber. Dengan demikian Rakerda Program KKBPK ini dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan kualitas mutu pembangunan bidang KKBPK di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)