Tuesday, August 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Bimtek Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam Koperasi

Pemkab Gelar Bimtek Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan bimbingan teknis (bimtek) penilaian kesehatan simpan pinjam koperasi di aula Kantor PK-PRI Probolinggo, Senin (19/8/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari unsur koperasi yang mengelola Usaha Simpan Pinjam (USP) di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang penilaian kesehatan simpan pinjam koperasi dari PK-PRI Probolinggo.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Siti Khoiriyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan agar koperasi bisa melakukan penilaian kesehatan simpan pinjam koperasinya.

“Setiap koperasi yang mengelola simpan pinjam wajib untuk melakukan penilaian simpan pinjam koperasinya. Setidaknya dengan kegiatan ini koperasi tahu unsur apa saja yang harus disiapkan dalam penilaian simpan pinjam koperasi,” katanya.

Menurut Siti, koperasi yang mengelola simpan pinjam akan dilakukan penilaian kesehatannya oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. Hasil penilaian nantinya akan disampaikan kepada pengelola koperasi dalam bentuk sertifikat yang menampilkan hasil penilaian kesehatan simpan pinjam koperasi. Yakni, A berarti sehat, B berarti cukup sehat, C berarti dalam pengawasan dan D berarti dalam pengawasan khusus.

“Melalui kegiatan ini diharapkan koperasi bisa lebih menguasai dan patuh kepada aturan perundang-undangan yang ada terkait dengan simpan pinjam koperasi. Serta koperasi bisa melakukan penilaian kesehatan simpan pinjam koperasinya sehingga deteksi awal penyimpangan-penyimpangan bisa diminimalisir,” harapnya.

Sementara Kasi Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Novan Arisandy mengungkapkan penilaian kesehatan simpan pinjam koperasi ini merupakan bagian dari pengawasan yang diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM RI Nomor 17 Tahun 2015 Tentang Pengawasan Koperasi.

“Dalam Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UMKM RI Nomor 06 Tahun 2016 disebutkan bahwa penilaian kesehatan KSP dan USP koperasi bertujuan untuk memberikan pedoman dalam pelaksanaan penilaian kesehatan KSP dan USP koperasi,” ungkapnya.

Menurut Novan, sasaran dari penilaian kesehatan KSP dan USP koperasi diantaranya terwujudnya pengelolaan KSP dan USP koperasi yang sehat dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, terwujudnya pelayanan prima kepada pengguna jasa koperasi serta meningkatnya citra dan kredibilitas kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi sebagai lembaga keuangan yang mampu mengelola kegiatan usaha simpan pinjam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Selain itu, terjaminnya aset kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi serta meningkatkan manfaat ekonomi anggota dalam kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi,” jelasnya.

Novan menambahkan ruang lingkup penilaian kesehatan simpan pinjam koperasi ini meliputi permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan serta jatidiri koperasi.

“Dengan adanya bimtek ini saya mengharapkan koperasi memiliki jati diri dan kemandirian untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara internal terhadap pengelolaan pengurus di koperasinya masing-masing,” harapnya. (wan)

cww trust seal