Friday, September 20, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Bimtek Pelayanan Prima Koperasi

Pemkab Gelar Bimtek Pelayanan Prima Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar bimbingan teknis (bimtek) pelayanan prima koperasi di aula Kantor Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Selasa (10/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur KPRI, KSU, Kopwan, KUD dan KSP di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan, mereka mendapatkan materi tentang pelayanan prima dan kepuasan anggota oleh Yessi dari Dekopinwil Provinsi Jawa Timur serta Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Etika Profesi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Kasi Penyuluhan dan SDM Josef Teguh Sulaksono mengatakan dalam service excellence koperasi, anggota sebagai pemilik. Tetapi kadang-kadang yang terjadi di lapangan, anggota itu tidak diperlakukan sebagaimana mestinya.

“Seolah-olah koperasi itu milik pengurus. Mereka lupa bahwa telah ditunjuk menjadi pengurus melalui rapat anggota koperasi. Jadi sudah seharusnya, pengurus memposisikan anggota sebagai pemiliknya,” katanya.

Jika anggota koperasi diperlakukan maksimal sebagai pemilik jelas Josef, maka anggota akan ada rasa memiliki, rasa empati dan kepedulian kepada koperasi. Tidak hanya sebagai konsumen, tetapi sebagai pemilik yang secara otomatis akan ikut memikirkan koperasi. “Dalam Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, pasal 17 disebutkan anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi,” jelasnya.

Josef mengharapkan agar pelayanan prima bukan hanya sekedar pelayanan secara fisik. Pelayanan ini juga terkait dengan sumber data yang jelas. Anggota sebagai pemilik harus mengetahui sejauh mana perkembangan koperasi. Karena terkadang data disembunyikan oleh pengurus.

“Jika konsep ini bisa berjalan dengan baik, maka kita yakin akan membentuk anggota koperasi militan yang pada akhirnya koperasi akan berkualitas. Hal ini terwujud karena mutu anggotanya semakin meningkat,” terangnya.

Menurut Josef, dengan kegiatan ini koperasi bukan pada hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitasnya. Sehingga akan mampu membentuk sebuah koperasi yang mandiri. Paling tidak setelah kegiatan ini, pengurus bisa menularkan ilmu yang didapatnya kepada orang lain melalui rapat anggota koperasi. Dengan adanya bimtek ini, paling tidak nanti bisa dimasukkan pada program rencana kerja pengurus pada tahun buku 2020.

“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan anggota menjadi anggota yang militan sehingga dengan sendirinya mampu membentuk koperasi yang berkualitas. Anggota ada rasa memiliki dan rasa empati, bukan hanya sebagai konsumen tetapi sebagai pemilik koperasi,” pungkasnya. (wan)