Saturday, December 7, 2019
Depan > Pendidikan > Pemkab Buka Kegiatan Keaksaraan Dasar Metode Baca Delila

Pemkab Buka Kegiatan Keaksaraan Dasar Metode Baca Delila

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) membuka kegiatan keaksaraan dasar dengan bahan ajar Metode Baca Delila di PKBM Gemilang Sukapura, PKBM Dewi Rengganis Pakuniran dan PKBM Setia Sumberasih. Total kegiatan ini diikuti oleh 380 Warga Belajar (WB) dari 38 kelompok, 38 tutor dan 38 penyelenggara.

Sasaran dari kegiatan keaksaraan dasar ini adalah masyarakat Kabupaten Probolinggo yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas yang tidak membaca, menulis dan menghitung. “Paling tidak nantinya mereka bisa membaca, menulis dan menghitung,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian PAUD dan PNF Erna Sayuti.

Jika sudah bisa membaca setelah 3 (tiga) bulan mengikuti pembelajaran keaksaraan dasar, nantinya akan ada kegiatan lanjutan berupa keaksaraan usaha mandiri. Materinya meliputi memasak, kerajinan dan lain sebagainya. “Harapannya setelah lulus dari keaksaraan dasar mereka bisa melanjutkan ke keaksaraan usaha mandiri,” jelasnya.

Menurut Erna, tahun ini pihaknya sengaja fokus kepada Kecamatan Sukapura, Pakuniran dan Sumberasih. Harapannya ketiga kecamatan tersebut bisa tuntas dan masyarakatnya bisa terbebas dari buta aksara.

“Ini sejalan dengan program kami dalam mengentaskan angka buta aksara di Kabupaten Probolinggo. Semoga tahun ini, ketiga Kecamatan Sukapura, Pakuniran dan Sumberasih bisa tuntas,” terangnya.

Erna menerangkan hingga akhir tahun 2018 lalu angka buta aksara di Kabupaten Probolinggo mencapai 35.549 orang. Tertinggi berada di wilayah Kecamatan Tiris sebesar 4.165 orang dan disusul Kecamatan Krucul sebesar 3.502 orang. Terendah berada di wilayah Kecamatan Pajarakan sebanyak 1 orang serta Kraksaan dan Dringu masing-masing 48 orang.

“Tahun ini kami menargetkan sebanyak 380 orang bebas dari buta aksara. Dana kegiatan ini berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan nanti akan ada bantuan dari APBN sehingga cakupan masyarakat yang bisa dituntaskan meningkat,” tegasnya.

Lebih lanjut Erna menegaskan bahwa selama ini antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di PKBM sangatlah tinggi. Namun pihaknya menginginkan agar keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan PKBM ini tidak ada paksaan dari manapun.

“Saya mau agar kesadaran tentang pentingnya pendidikan meningkat. Sehingga dengan kesadarannya sendiri mereka mau belajar untuk membaca, menulis dan menghitung. Serta keikutsertaannya murni atas kemauannya sendiri,” tambahnya.

Setelah bisa baca, tulis dan berhitung, Erna mengharapkan supaya bisa melanjutkan kepada keaksaraan usaha mandiri. Hal ini penting demi meningkatkan angka IPM Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan ke depan akan ada program penurunan angka buta aksara di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal