Wednesday, November 13, 2019
Depan > Kesehatan > Pemkab Berikan Pendampingan Desa/Kelurahan Siaga Aktif di Desa Lokus Stunting

Pemkab Berikan Pendampingan Desa/Kelurahan Siaga Aktif di Desa Lokus Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan pendampingan desa/kelurahan siaga aktif di desa lokus stunting di Kabupaten Probolinggo tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 23 September hingga 10 Oktober 2019.

Pendampingan ini dilaksanakan di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, Desa Randutatah, Petunjungan, Bhinor, Kalikajar Kulon dan Kalikajar Wetan Kecamatan Paiton, Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran, Desa Rawan, Seboroh dan Krejengan Kecamatan Krejengan serta Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris.

Dalam pendampingan ini, setiap desa diikuti oleh 25 orang pengurus desa siaga dan tokoh masyarakat, sehingga total peserta untuk 10 desa lokus stunting ini mencapai 250 orang peserta. Masing-masing desa, pendampingan desa/kelurahan siaga aktif dilaksanakan selama 2 (dua) hari.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang kebijakan desa/kelurahan siaga aktif, integrasi desa siaga dan RDS, Survey Mawas Diri (SMD), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) serta telaah desa siaga, poskesdes, pencatatan dan pelaporan desa siaga oleh narasumber dari Dinkes dan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan peran aktif pengurus desa siaga dalam upaya mengaktifkan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Probolinggo.

”Dengan demikian, peserta memahami program desa siaga, memahami dalam melakukan kegiatan SMD dan MMD serta memahami telaah poskesdes dan desa/kelurahan siaga,” ungkapnya.

Menurut Rusminah, melalui pemberdayaan masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo berupaya mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat hidup sehat dengan meningkatkan upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

“Upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan ditujukan untuk mencapai target di tahun 2018. Yakni, indikator desa siaga aktif purnama mandiri 13%. Dan posyandu purnama mandiri 72%. Hasil capaian di Kabupaten Probolinggo tahun 2018, untuk posyandu purnama mandiri sudah melebihi target sebesar 74%. Sedangkan desa/kelurahan Siaga PURI belum mencapai target sebesar 1%,” jelasnya.

Melalui desa/kelurahan siaga aktif ini Rusminah mengharapkan kasus-kasus penyakit baik menular maupun tidak menular dapat ditekan, masyarakat aktif mengembangkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dan mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Untuk meningkatkan cakupan dan kualitas desa siaga aktif PURI di Kabupaten Probolinggo serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan prioritas, maka upayanya adalah meningkatkan kegiatan pengembangan desa/kelurahan siaga aktif agar meningkat stratanya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal