Tuesday, August 4, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pembinaan Penanggulangan Daerah Rawan Bencana

Pemkab Berikan Pembinaan Penanggulangan Daerah Rawan Bencana

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
– Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pembinaan dalam rangka penanggulangan daerah rawan bencana di Pondok Juice and Cafe Kraksaan, Senin (22/4/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 62 orang dari 5 (lima) desa yang ada di Kecamatan Gading. Yakni Desa Renteng, Gading Wetan, Wangkal, Batur dan Nogosaren. Dimana masing-masing desa mengirimkan peserta terdiri dari kepala desa, pengurus LMDH dan tokoh masyarakat.

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi tentang pengertian umum bencana alam dan peran DLH dalam penanggulangan daerah rawan bencana serta fungsi vegetasi dalam penanggulangan bencana. Semua narasumber berasal dari DLH Kabupaten Probolinggo.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sutopo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengertian dan menyadarkan masyarakat bahwa tindakan pencegahan terhadap rawan bencana perlu dilakukan agar tidak terjadi bencana.

“Selain itu, menginformasikan kepada masyarakat bahwa tupoksi Dinas Kehutanan mulai tahun 2016 dialihkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo. Kelima desa ini dipilih karena topografinya dan masuk dalam daerah rawan longsor dan kekeringan,” katanya.

Sutopo mengajak masyarakat untuk senantiasa melestarikan tanaman dan menambah tanaman sehingga dapat mengurangi bencana alam sesuai dengan fungsi tanaman yang meliputi sebagai penahan tanah, menyerap air, menambah oksigen dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap agar masyarakat memahami tentang bencana baik itu pra bencana, tanggap bencana dan pasca bencana. Metode penanggulangan daerah rawan bencana yang dipakai meliputi konservasi vegetatif, konservasi mekanik, konservasi kontruktif dan konservasi lainnya dengan cara menggerakkan masyarakat,” terangnya.

Dengan kegiatan ini Sutopo mengharapkan masyarakat mau berbuat untuk pelestarian lingkungan dengan cara tidak menebang pohon sembarangan dan mau menanam pohon kembali. Sebelum menebang pohon hendaknya mengganti tanaman terlebih dahulu.

“Harapannya masyarakat mampu dan mau menjaga kelestarian lingkungan masing-masing agar terhindar dari bencana alam baik banjir, kekeringan dan longsor. Termasuk juga kebakaran hutan. Setidaknya ke depan masyarakat bisa meminimalisir terjadinya bencana alam,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal