Tuesday, March 19, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pembinaan Penanaman Tanaman MPTS

Pemkab Berikan Pembinaan Penanaman Tanaman MPTS

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pembinaan penanaman tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) untuk pemulihan kerusakan lingkungan di kediaman Ketua Poktan Putra Mandiri Heru di Desa Boto Kecamatan Lumbang, Selasa (12/3/2019).

Pembinaan ini diikuti oleh 25 orang terdiri dari Poktan Makmur Dua Desa Wonogoro Kecamatan Lumbang, Poktan Suko Makmur Desa Lumbang Kecamatan Lumbang, Poktan Putra Mandiri Desa Boto Kecamatan Lumbang, Poktan Sri Rejeki 1 Desa Resongo Kecamatan Kuripan, Poktan Makmur Desa Kedungrejo Kecamatan Bantaran, Poktan Kepala Desa Wonogoro, Lumbang dan Boto beserta TP PKK/tokoh masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kasi Penanggulangan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Hidup Ani Ardi Nariswari mengungkapkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan macam-macam kegiatan konservasi yang bisa dilakukan masyarakat.

“Selain itu, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan melalui penanaman pohon serta melakukan evaluasi terhadap poktan atas bantuan hibah tanaman MPTS yang telah diserahterimakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Ani, lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap manusia. Menurunnya kualitas lingkungan hidup cenderung disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk. Adanya peningkatan penduduk sejalan dengan peningkatan aktifitas usaha yang selanjutnya menjadi tekanan terhadap lingkungan hidup.

“Penurunan kualitas lingkungan hidup tersebut telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga perlu dilakukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang konsisten dan berkesinambungan,” jelasnya.

Ani mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan mendorong kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pemulihan kerusakan lingkungan melalui penanaman tanaman MPTS khususnya di lahan-lahan kritis. “Selain bernilai konservasi, tanaman MPTS juga bernilai ekonomis dimana masyarakat bisa mengelola hasilnya,” harapnya. (wan)