Tuesday, October 22, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Pengembangan Perbenihan Rakyat

Pemkab Berikan Pelatihan Pengembangan Perbenihan Rakyat

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) memberikan pelatihan pengembangan perbenihan rakyat di Wisma Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Selasa (18/6/2019). Pelatihan ini diikuti oleh 35 orang terdiri dari 30 orang pembenih dan 5 orang penyuluh perikanan.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi teknis pembenihan dan teknologi pakan alami untuk ikan air tawar oleh Wiwin Sumiati dari UPT Pelatihan Teknis Kelautan Perikanan Pesisir dan Pulau-pulau kecil, kebijakan pengembangan kelembagaan dan perbenihan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono serta pengembangan kelembagaan UKM atau Usaha Perbenihan Rakyat (UPR) oleh Sudarmanto dari Kadin Kabupaten Probolinggo.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Hari Pur Sulistiono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM perbenihan rakyat di Kabupaten Probolinggo. “Selain itu, meningkatkan wawasan dan pengetahuan terkait kelembagaan, pemasaran dan teknis budidaya ikan,” ungkapnya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, pelatihan pengembangan perbenihan rakyat ini dilakukan dalam rangka kegiatan pengembangan usaha perbenihan rakyat di Kabupaten Probolinggo.

“Selama ini, perbenihan di Kabupaten Probolinggo sudah terbentuk paguyuban dengan anggota 35 orang yang tersebar di 7 (tujuh) kecamatan. Meliputi, Maron, Banyuanyar, Leces, Sumberasih, Gending, Kraksaan dan Paiton,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini Ipung mengharapkan kelembagaan paguyuban UPR ada peningkatan pengelolaan manajemen kelompok (paguyuban) yang nantinya diharapkan menjadi koperasi. Secara kelembagaan paguyuban akan lebih mantap dan kompak pengelolaannya serta manajemen lebih baik.

“Secara paguyuban bisa merubah mindset pelaku perbenihan rakyat yang selama ini berjalan sendiri-sendiri bisa membentuk suatu komunitas yang melakukan usaha bersama. Sekaligus memperbaiki teknis perbenihan sesuai standart SNI,” tegasnya.

Keesokan harinya, Rabu (19/6/2019), kegiatan pelatihan ini dilanjutkan dengan field trip ke UPR Mulyorejo I Desa Maguan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Dimana UPR ini menjadi UPR terbaik tahun 2017 dengan anggota mencapai 137 orang.

Di UPR Mulyorejo dengan anggota 137 orang, produksi pada tahun 2018 mencapai 60 juta ekor benih lele. Sementara di paguyuban Kabupaten Probolinggo dengan anggota 35 orang tersebar di 7 kecamatan mampu memproduksi sebanyak 15.200.000 ekor benih lele.

“Secara rata-rata dengan anggota yang dimiliki, total produksinya sama, hanya saja manajemen yang bisa kita contoh. Apa formulasi yang digunakan sehingga sampai saat ini mereka tetap solid dan tetap eksis,” pungkasnya. (wan)