Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Juleha

Pemkab Berikan Pelatihan Juleha

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya peningkatan penjaminan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) serta layak dikonsumsi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memberikan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/7/2019).

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni ini diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari perwakilan PCNU Kabupaten Probolinggo, PCNU Kota Kraksaan serta takmir masjid, panitia qurban dan jagal se-Kabupaten Probolinggo. Serta dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kabupaten Probolinggo sebanyak 25 orang.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan beberapa materi dari narasumber. Diantaranya, menerapkan teknik penyembelihan hewan oleh Asesor nasional drh Iskandar Muda, management pangan asal hewan yang ASUH oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh Juliany Poliswari, tata cara penyembelihan sesuai sunnah MUI Kabupaten Probolinggo oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh dan interpretasi hasil uji daging oleh Pimpinan PT AGI (Agro Great Indo Berkah) drh. Heryo Sasikirono.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan serta Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Qurban.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para juru sembelih dalam melakukan penyembelihan/pemotongan ternak menjelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah. “Penyembelihan atau pemotongan ternak harus memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariat Islam,” katanya.

Menurut Endang, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM juru sembelih hewan. Hal ini dikarenakan selama ini banyak penyembelih yang kurang memahami cara penyembelihan hewan yang sesuai syariat Islam.

“Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan tentang penyembelihan hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) serta layak dikonsumsi sesuai dengan syariat Islam,” terangnya.

Sementara Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengungkapkan pelatihan Juleha ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan jaminan ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan asal hewan yang ASUH.

“Selain itu meningkatkan penanganan daging yang higienis dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentang penyediaan produk hewan yang ASUH,” ungkapnya.

Menurut Niko, kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan SDM para takmir masjid dan panitia qurban se-Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pemotongan dan penyembelihan hewan sehingga bahan pangan asal hewan (daging) mulai dari sapi, kambing dan domba yang beredar di masyarakat dan dikonsumsi oleh masyarakat terjamin keamanan pangannya.

“Harapannya seluruh takmir masjid dan panitia qurban se-Kabupaten Probolinggo mengetahui tata cara penyembelihan hewan sesuai dengan kaidah dan syariat Islam. Selain itu kami juga mengharapkan agar ke depan nantinya terbentuk Asosiasi Juleha se-Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)

cww trust seal