Friday, November 15, 2019
Depan > Kesehatan > Pemkab Berikan Pelatihan Emo Demo Bagi Kader Posyandu

Pemkab Berikan Pelatihan Emo Demo Bagi Kader Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) memberikan pelatihan emo demo bagi kader posyandu sebagai upaya peningkatan gizi ibu, bayi dan anak dalam rangka gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kabupaten Probolinggo, Kamis hingga Sabtu (19/21/2019).

Pelatihan ini dilaksanakan di 5 (lima) puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Puskesmas Wangkal, Puskesmas Gending, Puskesmas Sumber, Puskesmas Dringu dan Puskesmas Banyuanyar.

Kegiatan ini diharapkan, 238 kader, 56 bidan desa dan 15 petugas puskesmas mampu melaksanakan metode perubahan perilaku PMBA Emo Demo untuk percepatan penurunan angka stunting, pendalaman dan penyamaan persepsi tentang modul pelatihan Emo Demo Tema-1 serta rencana pelaksanaan kegiatan Emo Demo di posyandu.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dan bidan untuk melaksanakan metode perubahan perilaku emotional demonstration yang akan dilaksanakan di posyandu.

“Selain itu, tersedianya kader posyandu di 5 (lima) puskesmas yang mampu memfasilitasi kegiatan Emo Demo saat pelaksanaan posyandu, meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam memfasilitasi dan pendampingan proses pelaksanaan Emo Demo di tingkat posyandu oleh kader dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Sutilah, Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi untuk prioritas perbaikan gizi pada seribu hari pertama kehidupan (Gerakan 1000 HPK) telah menetapkan empat strategi utamanya. Yakni, menjadikan perbaikan gizi sebagai arus utama pembangunan, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di semua sektor, peningkatan intervensi berbasis bukti yang efektif serta peningkatan partisipasi masyarakat.

“Sejalan dengan Gerakan 1000 HPK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2012, melalui Peraturan Gubernur Nomor 63 Tahun 2011 telah mengembangkan sebuah wadah yang disebut Taman Posyandu untuk dapat memberikan layanan lengkap bagi balita, termasuk layanan kesehatan, stimulasi pendidikan dan pengasuhan anak melalui posyandu, PAUD dan BKB (Bina Keluarga Balita),” jelasnya.

Dalam upaya mendukung Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan jelas Sutilah, GAIN) bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Probolinggo melaksanakan adopsi Emo Demo yang merupakan metodologi perubahan perilaku yang inovatif dengan pesan-pesan sederhana dan menyenangkan untuk mendukung gerakan 1000 HPK di 5 puskesmas (Wangkal, Gending, Sumber, Dringu dan Banyuanyar) 238 Posyandu. GAIN telah mengembangkan implementasi di 12 puskesmas sejak tahun 2018 (Paiton, Pakuniran, Glagah, Kraksaan, Maron, Suko, Tongas, Curahtulis, Tiris, Ranugedang, Krejengan dan Jabungsisir).

“Pelaksanaan adopsi Emo Demo di 5 puskesmas dilaksanakan mulai September hingga Desember 2019. Guna mendukung keberhasilan kegiatan tersebut, maka diperlukan pelatihan Emo Demo bagi kader dan bidan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal