Monday, August 10, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Aplikasi E-DMC dan E-HDW

Pemkab Berikan Pelatihan Aplikasi E-DMC dan E-HDW

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) se-Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan aplikasi Desa Melawan COVID-19 (E-DMC) dan Human Development Worker (E-HDW) pada semua Operator Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan aplikasi E-DMC dan E-HDW ini dipusatkan di masing-masing kecamatan secara bergantian. Dengan peserta tiap desa 2 orang. Yakni, satu orang operator dari perangkat desa yang diberi tugas oleh kepala desa untuk E-DMC dan satu orang KPM untuk E-HDW.

Dalam pelatihan yang anggaran diambil dari Dana Desa sub bidang kegiatan tidak terduga COVID-19 ini dilatih dan didampingi oleh DMPD Kabupaten Probolinggo, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar dan Tenaga Ahli Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG).

Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengungkapkan pelatihan aplikasi E-DMC dan E-HDW ini dilakukan berawal dari Surat Edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Desa Melawan COVID-19 dan Human Development Worker sebagai kegiatan tidak terduga yang dibiayai dari Dana Desa (DD).

“Atas dasar surat edaran tersebut kami melaksanakan sosialisasi kepada Kasi Kesra di 24 kecamatan serta pendamping E-DMC dan E-HDW. Selanjutnya desa membentuk BKAD untuk melaksanakan kegiatan pelatihan ini,” katanya.

Menurut Edy, pelatihan ini bertujuan agar operator desa dan KPM dapat memahami dan mempraktekkan aplikasi E-DMC dan E-HDW sekaligus menyebarluaskan tujuan dan manfaat penggunaan aplikasinya ke masyarakat desa.

Edy menerangkan penggunaan aplikasi E-DMC dan E-HDW ini dilakukan untuk peningkatan kualitas pendataan dan pelaporan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh para pihak.

“Surat Edaran dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ini diharapkan memberikan pedoman bagi Pemerintah Desa, Relawan Desa Lawan COVID-19 dan Kader Pembangunan Manusia dalam memanfaatkan aplikasi E-DMC dan E-HDW untuk melaksanakan pendataan secara tepat waktu dan akurat,” tegasnya.

Setelah diberikan pelatihan aplikasi E-DMC dan E-HDW ini tambah Edy, nantinya semua operator desa akan diberikan password khusus agar bisa mengakses aplikasi tersebut. Tetapi aplikasi ini tidak boleh disebarluaskan. “Yang boleh tahu password hanya kepala desa dan operasi desa. Karena paswordnya bersifat rahasia,” tambahnya.

Edy menambahkan manfaat dari aplikasi E-DMC ini digunakan untuk membantu Relawan Desa Lawan COVID-19 mengetahui kondisi masyarakat yg terdampak pandemi Covid-19 baik dari aspek kesehatan, aspek pendidikan, aspek social dan aspek ekonomi. Dari data tersebut sebagai dasar dalam mengambil kebijakan melaksanakan kegiatan dan aktivitasnya. Sementara E-HDW digunakan oleh Kader Pembangunan Manusia untuk memantau dan mendukung peningkatan konvergensi Intervensi Gizi Kepada Keluarga 1.000 HPK (Hari Pertama Kelahiran)

“Oleh karena itu, pemerintah desa harus menyiapkan Handphone (HP) type 5 agar bisa mengakses dan menginstal aplikasi E-DMC dan E-HDW. Harapannya aplikasi E-DMC dan E-HDW ini bisa segera diterapkan di semua desa se-Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)

cww trust seal