Wednesday, June 19, 2019
Depan > Pemerintahan > Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan MSP Kemenkes-GAIN 2017-2020 di Posyandu Kayugede Maron

Pemantauan Pelaksanaan Kegiatan MSP Kemenkes-GAIN 2017-2020 di Posyandu Kayugede Maron

Reporter : Syamsul Akbar
MARON
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK menerima kedatangan perwakilan Dinkes Provinsi Jawa Timur, Kedutaan Belanda, GAIN Jenewa dan GAIN Jakarta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan Memorandum Saling Pengertian (MSP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia-The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Tahun 2017-2020 di Posyandu Kayugede Desa Wonorejo Kecamatan Maron, Kamis (17/1/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Camat Maron Imam Syafi’i dan perwakilan Dinkes Provinsi Jawa Timur serta perwakilan GAIN Jenewa dan GAIN Jakarta.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pemantauan bersama program kerja sama Kemenkes RI dengan GAIN di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu untuk meninjau pelaksanaan kegiatan di masyarakat, untuk berdiskusi dengan pemangku kepentingan mengenai hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan kegiatan serta memberikan rekomendasi untuk penyusunan Rencana Kerja Tahunan 2019,” katanya.

Menurut Anang, The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dengan dukungan dana Pemerintah Kerajaan Belanda bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk pelaksanaan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat melalui Memorandum Saling Pengertian (MSP) 2017-20120.

“The Global Alliance for Improved Nutrition adalah sebuah lembaga nirlaba yang dibentuk berdasarkan hukum Swiss, terdaftar sebagai sebuah organisasi internasional non pemerintah di Indonesia. Bersifat non sektarian, non politik dan nirlaba yang bertujuan untuk mendukung berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat,” jelasnya.

Anang menjelaskan berdasarkan MSP Kementerian Kesehatan RI-GAIN periode 2017-2020, ruang lingkup kerja sama diantaranya adalah program perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan peningkatan akses pangan bergizi.

“Adapun fokus utama kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan GAIN Indonesia adalah untuk memperkuat dan melanjutkan dan memperluas cakupan program perbaikan gizi masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur. Dimana dalam telaah Dinkes Provinsi Jawa Timur mengenai wilayah kegiatan program telah ditetapkan 5 Kabupaten/Kota sebagai wilayah prioritas meliputi Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Trenggalek dan Kota Surabaya,” tegasnya.

Selain kegiatan program yang dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/Kota tersebut terang Anang, Kementerian Kesehatan RI dan GAIN juga berkewajiban untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program-program tersebut, sebagaimana tercantum dalam MSP.

“Oleh karena itu, GAIN bersama Kementerian Kesehatan akan melaksanakan pemantauan bersama dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan sehingga dapat memberikan masukan dan rekomendasi demi peningkatan pelaksanaan program selanjutnya, khususnya dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan 2019,” pungkasnya. (wan)