Thursday, June 27, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Pemanfaatan Pasar Rakyat Bantaran Diresmikan

Pemanfaatan Pasar Rakyat Bantaran Diresmikan

Reporter : Syamsul Akbar
BANTARAN – Pemanfaatan Pasar Rakyat Bantaran akhirnya diresmikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Minggu (10/3/2019). Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk pasar dan pengecekan bedak dan los yang ada di dalam pasar.

Peresmian ini ditandai dengan Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Mahbub Zunaidi, Sekretaris DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sumaidi, Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso, Kabag Humas, Protokol dan Rumah Tangga Heri Mulyadi, Forkopimka Bantaran, Kepala Pasar Bantaran Wa’in serta para pedagang Pasar Bantaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan pembangunan Pasar Bantaran dibangun dengan menggunakan dana APBN tahun 2018 bersama 5 (lima) pasar yang lain. Diantaranya, Pasar Banyuanyar, Pasar Krucil, Pasar Pajarakan, Pasar Sumber dan Pasar Kraksaan Wetan. Dari keenam pasar ini, pembangunan Pasar Bantaran yang mendapatkan alokasi paling besar hingga mencapai Rp 5,6 miliar.

“Selain menggunakan dana APBN, kami juga melakukan perjanjian dengan PT POMI Paiton untuk menciptakan pasar sehat. Sementara ini baru dilakukan di Pasar Paiton dan Pasar Maron,” ungkapnya.

Menurut Mahbub, pasar merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang yang dibutuhkan masyarakat. Pasar menjadi ladang bagi masyarakat untuk mencari rizki. “Pembangunan pasar ini dilakukan agar masyarakat kembali berbelanja ke pasar tradisional di tengah maraknya pasar modern. Harapannya mudah-mudahan keberadaan pasar ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si meminta agar para pedagang senantiasa menjaga keberadaan Pasar Bantaran ini supaya bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena dana pembangunan pasar ini berasal dari anggaran pusat yang dialokasikan oleh pemerintah.

“Pasar ini tempat masyarakat dalam mengais rejeki dari Allah SWT. Bagi yang tidak punya sawah, anggaplah pasar ini sebagai ladang untuk mencari rizki. Insya Allah akan cukup rizkinya,” katanya.

Selanjutnya terang Hasan, untuk menjaga agar dagangannya laris dan rizkinya lancar maka pedagang hendaknya menghentikan segala aktivitasnya tatkala mendengar panggilan sholat. “Segera tinggalkan semua aktivitas jika mendengarkan adzan. Langsung kerjakan sholat. Insya Allah rizkinya akan tambah lancar,” terangnya.

Hasan meminta agar para pedagang yang ada di Pasar Bantaran agar selalu menjaga kebersihan. Perlu ada kesadaran dari semua pedagang dan tidak perlu ada tulisan agar menjaga kebersihan. “Semoga keberadaan Pasar Bantaran ini menjadi lahan rizki dan memberikan manfaat kepada semua masyarakat,” harapnya. (wan)