Tuesday, August 11, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pelatihan Berbasis Kompetensi Empat Kejuruan Resmi Berakhir

Pelatihan Berbasis Kompetensi Empat Kejuruan Resmi Berakhir

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Program pelatihan berbasis kompetensi untuk empat kejuruan yang digelar oleh UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo resmi berakhir, Rabu (31/7/2019) siang. Pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat didampingi Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron.

Pelatihan berbasis kompetensi untuk empat kejuruan ini diikuti oleh 80 orang peserta yang terbagi dalam lima paket. Terdiri dari tiga paket yang didanai dari APBD dan dua paket dari APBN. Untuk paket APBD meliputi, kejuruan menjahit, kejuruan Las SMAW 3G dan kejuruan perakitan komputer. Ketiganya dilaksanakan selama 240 jam pelajaran.

Serta paket APBN meliputi kejuruan menjahit selama 280 jam pelajaran dan kejuruan basic office selama 240 jam pelajaran. Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total peserta mencapai 80 orang.

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat agar nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan penghasilan serta mengurangi tingkat pengangguran.

“Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini harapannya masyarakat yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mampu menambah ketrampilan agar bisa bersaing di pasar kerja. Hal ini penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ketrampilan yang sudah didapatkannya,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan pelatihan berbasis kompetensi ini dilakukan dalam rangka untuk menyiapkan tenaga kerja terlatih dan trampil.

“Ini merupakan sebuah pilihan yang harus disyukuri. Karena tidak semua masyarakat dipilih untuk mendapatkan pelatihan. Justru hal ini menjadi kesempatan emas karena yang dilatih akan mendapatkan ketrampilan untuk membuka usaha produktif demi mendapatkan penghasilan,” katanya.

Herman mengajak semua peserta pelatihan agar bermimpi untuk menjadi orang sukses. “Saya yakin peserta ini bisa bekerja sesuai dengan ilmu yang diperoleh. Tataplah masa depan dengan optimis. Hilangkan prinsip muda senang-senang, tua kaya raya. Semunya harus diperoleh melalui kerja keras,” tegasnya.

Menurut Herman, yang sekarang terpikirkan bagaimana output hasil pelatihan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yang jelas pihaknya mengaku belum puas hanya sekedar pelatihan ini selesai. Tetapi bagaimana setelah dilatih bisa membuka usaha baru dengan jalur non formal atau bisa diterima di dunia usaha.

“Karena kalau bicara target atau capaian yang ingin dilakukan itu adalah bagaimana dari tahun ke tahun angka pengangguran menurun. Salah satu cara yang dilakukan Disnaker adalah memberikan pelatihan berbasis kompetensi. Jadi tidak hanya sekedar pelatihan, tetapi pelatihan kompetensi yang berarti mereka bisa menguasai bidang yang diberikan dalam pelatihan secara penuh sesuai dengan standart atau kurikulum yang ada,” terangnya.

Jika hal ini bisa dilakukan terang Herman, maka mereka lebih mudah untuk memasuki dunia usaha atau membuka usaha baru. Pelatihan ini masih dalam tahap fase pertama untuk meningkatkan tenaga kerja terlatih. Dan inipun jauh dari jumlah angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo yang mencapai sekitar 17 ribu. “Melalui peningkatan kualitas ketrampilan bagi tenaga kerja ini diharapkan mereka bisa lebih produktif tidak hanya menjadi beban pemerintah dan keluarga,” jelasnya.

Herman mengaku dari Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas, untuk meningkatkan jumlah usia produktif yang punya ketrampilan akan menawarkan atau mitra dengan desa maupun kelurahan untuk menyelenggarakan program pelatihan yang sudah direncanakan oleh masing-masing desa atau kelurahan.

“Karena Disnaker memiliki sumber daya instruktur atau tenaga pelatih yang sudah kompeten baik di balai latihan kerja pemerintah di Kraksaan maupun di lembaga pelatihan dan ketrampilan swasta yang ada di beberapa kecamatan sehingga harapannya usia produktif yang ada di desa-desa banyak memiliki ketrampilan yang kompeten, misalnya karang taruna. Harapannya nanti akan terbuka lapangan pekerjaan yang dilaksanakan oleh mereka yang sudah dilatih,” tambahnya. (wan)

cww trust seal