Tuesday, November 24, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pawai Patrol dan Tari Sekar Rengganis Pungkasi Festival Desa Wisata 2019

Pawai Patrol dan Tari Sekar Rengganis Pungkasi Festival Desa Wisata 2019

Reporter : Hendra Trisianto
KRUCIL – Pawai patrol khas Kecamatan Krucil dan performance Tari Sekar Rengganis pungkasi gelaran Festival Desa Wisata 2019, Sabtu (29/6/2019) malam di lapangan umum Desa Krucil Kecamatan Krucil.

Pawai yang selalu menyedot perhatian warga masyarakat dan pengunjung itu berupa iring-iringan kereta hias raksasa beraneka wujud binaan El Gibran, sanggar seni setempat. Masing-masing kereta bertabur lampu hias dan diatasnya ditunggangi puluhan awak yang memainkan musik etnik bertempo cepat khas patrol dengan memanfaatkan ragam alat musik daur ulang.

Sementara di atas panggung utama selain hiburan live musik akustik, 5 (lima) gadis belia asal Kecamatan Krucil juga berkesempatan unjuk kebolehan menampilkan sebuah tarian bernama Sekar Rengganis. Kesan tegas nan anggun yang terpancar dari gerak tari tersebut mampu merefleksikan karakter Putri Rengganis yang legendanya menyelimuti pegunungan Argopuro kebanggaan masyarakat Kecamatan Krucil.

Hawa dingin yang merasuk tulang saat itu seakan tidak digubris para pengunjung. Suguhan seni berkualitas, ditambah hangatnya kopi seduh dan produk unggulan lokal yang tersedia pada deretan stand masyarakat setempat nyatanya benar-benar mampu mengusir hawa dingin kemarau lereng Argopuro saat itu.

Inovasi wisata dengan kemasan festival masyarakat sehari semalam tersebut dinilai sukses oleh berbagai kalangan. Hal ini tidak berlebihan, pasalnya mulai dari gelaran wisata kebun kopi bernama “Panen Raya Petik Merah”, kemudian dilanjut festival seni budaya lokal pada malam harinya sama-sama menarik perhatian publik dari luar Kecamatan Krucil.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan ke depan pihaknya akan terus melakukan terobosan-terobosan yang lebih kekinian sehingga mampu menciptakan trend wisata baru yang di Kabupaten Probolinggo yang diminati wisatawan.

Rencananya, inovasi wisata sehari semalam dengan memadukan festival budaya lokal dan festival petik merah kopi Krucil tersebut bakal menjadi agenda tahunan di Kecamatan Krucil. Tepatnya pada setiap musim panen raya petik merah kopi Krucil.

“Kalau dulu pengunjung wisata selalu disuguhi sesuatu yang sifatnya sudah jadi, matang dan finish. Namun tidak untuk era saat ini, mereka lebih tertarik terhadap pengalaman wisata yang melibatkan mereka langsung dalam prosesnya, seperti petik merah yang ternyata sangat digemari,” katanya.

Sementara Camat Krucil Febrya Ilham Hidayat mengaku sangat bersyukur atas suksesnya festival yang memungkinkan menampilkan segala potensi wilayahnya secara terpadu. Hal ini tentu akan memotivasi lebih luas masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi desa wisatanya masing-masing.

Lebih lanjut Febri bertekad untuk terus mengembangkan konsep wisata dengan kemasan festival ini. Menurutnya konsep ini sangat efektif untuk menarik kunjungan wisata, tidak hanya seharian saja tapi juga bermalam memanfaatkan penginapan dan homestay yang sudah ada.

“Terima kasih atas perhatian Pemkab Probolinggo dan semua pihak yang telah membantu, kini Krucil mulai ramai kunjungan. Tentunya kami ingin agar berkah ini terus berkesinambungan demi kesejahteraan masyarakat Krucil,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal