Monday, November 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Pandemi COVID-19, Yadnya Kasada Hanya Diikuti Masyarakat Tengger

Pandemi COVID-19, Yadnya Kasada Hanya Diikuti Masyarakat Tengger

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Perayaan Yadnya Kasada yang jatuh pada 6 dan 7 Juli 2020 mendatang sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya tahun ini, perayaan upacara sakral masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo ini hanya diikuti oleh masyarakat Tengger dengan tetap mengikuti protokol kesehatan karena dilaksanakan di tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) teknis pelaksanaan upacara Yadnya Kasada yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (10/6/2020).

Rakor yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporaparbud) Sugeng Wiyanto didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Yulius Christian dan Tokoh Adat Masyarakat Tengger Supoyo.

Kegiatan ini diikuti oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo, Forkopimka Sukapura, Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, TN-BTS, PHDI Kabupaten Probolinggo, PHRI Kabupaten Probolinggo serta semua kepala desa di Kecamatan Sukapura.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendukung kesuksesan pelaksanaan Yadnya Kasada tersebut walaupun hanya akan diikuti oleh masyarakat Tengger saja.

“Ada beberapa titik point pemeriksaan yang akan dilakukan oleh pihak keamanan sehingga akses masuk untuk kawasan Bromo steril dari masyarakat selain masyarakat Tengger,” katanya.

Sementara Tokoh Adat Masyarakat Tengger Supoyo menyampaikan bahwa sesuai musyawarah dengan para sesepuh Tengger, Pemkab Probolinggo, Forkopimka Sukapura, PHDI dan PHRI, TN-BTS, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para kepala desa se-Kecamatan Sukapura mengambil kesimpulan untuk Yadnya Kasada tahun 2020 sepakat dilaksanakan oleh masyarakat Tengger sendiri.

“Artinya internal umat Hindu tenger sendiri yang bukan dari luar Tengger. Pada saat ritual Yadnya Kasada hanya dilaksanakan oleh masyarakat Tenger. Untuk itu, dalam suasana masih pandemi COVID-19 kami berkomitmen untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kami mohon maaf untuk tidak menerima kunjungan tamu lokal maupun nasional bahkan internasional yang tujuannya berwisata di kawasan Gunung Bromo dan melihat ritual Yadnya Kasada,” katanya.

Meskipun demikian, Supoyo mewakili umat Hindu Tengger tetap mohon doa restu dan tentunya dukungannya agar pelaksanaan ritual Yadnya Kasada dapat berjalan dengan baik dan dukungannya untuk tidak hadir dan tidak melihat dari dekat terkait dengan ritual tersebut. Karena pertimbangan masih dalam kondisi COVID-19 yang sedang mewabah khususnya di Kabupaten Probolinggo.

“Ritual Yadnya Kasada ini akan diikuti oleh masyarakat Tengger di 4 wilayah meliputi Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. Selanjutnya kami akan mengadakan rapat lagi agar sama kebijakannya sehingga nanti bisa menekan dan mengurangi serta memutus penyebaran COVID-19 yang dibawa oleh saudara kita dari luar daerah,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal