Thursday, November 26, 2020
Depan > Kesehatan > Orientasi KAP dan Emodemo Bagi Pelaksana Promkes Puskesmas dan SBH

Orientasi KAP dan Emodemo Bagi Pelaksana Promkes Puskesmas dan SBH

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dan Emodemo bagi pelaksana promkes (promosi kesehatan) puskesmas dan Saka Bakti Husada (SBH) di Waterpak dan Hotel Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading, Selasa hingga Kamis (20-22/10/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang Pelaksana Promkes Puskesmas dan 36 orang anggota SBH di Pangkalan Puskesmas dari 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Mereka terbagi ke dalam 4 kelas untuk menghindari kerumunan di tengah pandemi COVID-19. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang Komunikasi Perubahan Perilaku melalui Komunikasi Antar Pribadi (KAP), Emodemo dan praktek dari Fasilitator Emodemo.

Orientasi KAP dan Emodemo Bagi Pelaksana Promkes Puskesmas dan SBH ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari semua peserta dan panitia wajib memakai masker, sering mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, jaga jarak aman serta tidak kontak fisik.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono didampingi Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah melihat-lihat dari dekat pemberian materi dan praktek oleh Fasilitator Emodemo.

Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengungkapkan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) ke masyarakat harus terus dilakukan agar masyarakat tahu, mau dan mampu menjaga kesehatannya sendiri, keluarga dan lingkungannya.

“Agar dapat memberikan KIE dengan baik, maka perlu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan KIE bagi petugas Promosi kesehatan di puskesmas dan petugas pemberdaya masyarakat lainnya. Diharapkan petugas promkes dan Saka Bakti Husada dapat melaksanakan komunikasi yang tepat dengan masyarakat, sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan sesuai dengan permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan orientasi Komunikasi Antar Pribadi dan Emodemo bagi pelaksana promkes puskesmas dan Saka Bakti Husada ini merupakan suatu metode antar pribadi yang diharapkan nantinya bisa mendukung kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah, utamanya dalam pemberantasan stunting.

“Mereka akan kita ikutkan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo. Jadi mereka bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat, bisa memberikan penjelasan bersama remaja SBH serta bisa membantu pelaksanaan di posyandu,” katanya.

Menurut Shodiq, peran SBH diharapkan ke depan ini bisa menjadi sangat besar karena mereka adalah remaja yang merupakan calon-calon ibu dan orang tua. Dari sisi pengetahuan dan pribadi mereka juga meningkat.

“Mereka adalah anak-anak yang aktif dan anak-anak yang memang senang berkegiatan sehingga kita berharap nanti kalau kita berikan saluran atau kegiatan mereka betul-betul akan menjadi garda terpenting yang berada di depan dalam membantu pemberantasan stunting,” tegasnya.

Shodiq mengaku bersyukur karena SBH di Kabupaten Probolinggo sudah cukup bagus. Walaupun ini ada pandemi tetapi mereka sepertinya tidak sabar ingin beraktifitas seperti kemarin.

“Oleh karena itu tetap saja walaupun mungkin untuk kegiatan-kegiatan SBH seperti biasanya agak menurun, tetapi diharapkan SBH ini tetap melakukan pembelajaran dan penyuluhan diantara kelompoknya melalui saluran media apa saja,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal