Monday, August 10, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Ongkek Hasil Bumi, Sesaji Yadnya Kasada Untuk Dilarung ke Kawah Gunung Bromo

Ongkek Hasil Bumi, Sesaji Yadnya Kasada Untuk Dilarung ke Kawah Gunung Bromo

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Pada perayaan Yadnya Kasada, tiap-tiap desa mempersiapkan ongkek segala macam hasil bumi. Pada kalender Tengger tepatnya tanggal 14-15 di bulan Purnama Kasada secara rutin dilakukannya ritual larung sesaji ke kawah Gunung Bromo yang memiliki makna yakni sebagai ungkapan rasa syukur dan masyarakat menjadi sejahtera serta dijauhkan dari bencana.

Umat Hindu Suku Tengger dari empat daerah akan melakukan ritual Agung Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten Agung Bromo yang masuk pada lingkungan sekitar dengan radius satu kilometer dari kawah Gunung Bromo. Sebagaimana yang dilakukan oleh Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Desa Wonotoro mengemas hasil buminya dalam bentuk ongkek, Senin (6/7/2020) di rumah Kepala Desa Wonotoro Mistaman. Ongkek hasil bumi tersebut disajikan mengikuti prosesi doa bersama di Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan prosesi larung sesaji di kawah Gunung Bromo. Sedangkan masyarakat di Desa Wonotoro juga mengikuti acara tersebut dengan membawa hasil buminya dengan sebutan tandur tuwuh.

Ongkek dipersembahkan oleh masing-masing penduduk desa yang desanya tidak mengalami halangan atau kepatihan. Maksudnya, salah satu warga desa tidak ada yang meninggal dunia.

Potong bambu yang telah dibentuk sebuah pikulan. Pada kedua sisi ujung bentuk rangkaian bambu tersebut warga juga melengkapi dengan beberapa hasil pertanian sebagai bentuk syukur suku Tengger. Bentuk rangkaian berbentuk ongkek diisi dengan beragam sesaji berupa hasil bumi dalam sebuah ritual persembahan ke kawah Gunung Bromo.

Kepala Desa Wonotoro Mistaman mengatakan dengan adanya ongkek ini direncanakan sudah sebulan yang lalu tanpa ada halangan. Artinya di desa tersebut tidak ada yang meninggal warganya.

“Untuk Desa Wonotoro terdapat dua dusun diantaranya Dusun Mojosari dan Dusun Wonotoro. Untuk Dusun Mojosari berhalangan dan tidak membuat ongkek. Hanya Dusun Wonotoro yang membuat ongkek dipersembahkan kepada Gunung Bromo,” katanya.

Menurut Mistaman, persembahan hasil bumi yang dalam satu ongkek diberangkatkan pada pukul 00.00 menuju Pura Luhur Poten Bromo untuk dilakukan doa bersama. “Tepat pada pukul 03.00 WIB, ongkek beserta hasil bumi dibawa ke kawah Gunung Bromo untuk dilarungkan. Ritual ini sebagai bukti ungkapan rasa syukur masyarakat Tengger dan dijauhkan dari malapetaka,” pungkasnya. (y0n)

cww trust seal